HomeMaluku Utara3 Desa Terisolasi di Halmahera Terang

3 Desa Terisolasi di Halmahera Terang

Sebanyak tiga Desa di wilayah Bacan Timur akhirnya terang. Hal itu ditandai dengan peresmian Desa Berlistrik oleh Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, Rabu, 28 Februari 2018. Desa yang mendapat penerangan listrik PLN itu adalah Desa Bori Dusun Goji, Nyonyifi dan Desa Kaireo.

Mewakili warga Desa, Bupati Bahrain Kasuba menyampaikan, ucapan terimakasih kepada PT PLN yang telah memperhatikan wilayah terisolasi penerangan listrik di daerah itu.

“Kami berterima kasih kepada PT PLN yang sudah melakukan kerjasama untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan ini,” ujar dia.

Bahrain berharap, adanya program Desa Berlistrik ini, masyarakat di desa-desa wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, terutama yang selama ini masih terisolasi bisa menikmati penerangan listrik untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka.

BACA JUGA

Jalan Panjang Kegelapan Warga Gane Halmahera

Usai peresmian Desa Berlistrik yang dihadiri Kepala PLN Cabang Ternate, sejumlah warga desa setempat pun ikut senang. Karena sekian lama pada malam hidup dalam kegelapan akhirnya bisa menikmati penerangan listrik dari bantuan pemerintah.

General Manager PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Djoko Dwijatno menyatakan, PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara juga berkomitmen untuk mengalirkan listrik ke 474 desa di tahun 2018. Saat ini PLN tengah berupaya mengaliri listrik untuk 192 desa di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

“Untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara 1.755 Desa yang sudah teraliri lsitrik, yang tersisa 668 Desa yang belum namun yang sudah dikerjakan saat ini 192 Desa, yang tersisa 474 Desa yang belum teraliri lsitrik, kita kejar di 2018 ini untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara seluruh Desa semua sudah teraliri listrik,” kata Djoko Dwijatno seperti dilansir detik.com, Jumat (2/2/2018).

Infrastruktur di Malut Jadi Kendala

Djoko mengemukakan, kendala yang dihadapi saat memasok listrik di wilayah itu, salah satunya karena kondisi geografis setempat merupakan daerah kepulauan.

“Selain itu masalah infrastruktur juga menjadi kendala,” ujar Djoko Dwijatno melanjutkan.

Meski begitu, beberapa kendala yang dihadapi PT PLN ini, menurut Djoko, bukanlah masalah berarti. “Kita komitmen kejar tahun 2018. Salah satunya perluasan jaringan dan penambahan pembangkit. Desa yang cepat teraliri lsitrik itu infrastruktur yang sudah siap, seperti pelabuhan dan jalan yang telah memadai. Tidak mungkin mendatangkan mesin tanpa ada pelabuhan,” kata Djoko lagi.

Author: Suparto Mahyudin

Editor: Redaksi

Bagikan