oleh

3 WNA Bersama Kapal Nelayan Tak Berizin Ditangkap di Perairan Lelei Halmahera

KRI Pandrong 801 TNI AL menangkap salah satu kapal nelayan asal Bitung, di perairan Lelei, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Kamis lalu.

Kapal motor atau KM Cecilia ini dinahkodai Walinton Bawole, warga Bitung, Sulawesi Utara. Saat ditangkap, kapal tersebut berada pada posisi 015 100 S-126 18450 T.

Kapal jenis phamboat yang berhasil diamankan ini ditemukan bersama 11 ABK. Tiga di antaranya WNA asal Filipina.

Kapal yang diduga melakukan ilegal fishing ini ditemukan saat KRI Pandrong TNI AL sedang patroli di perairan Sulawesi Utara. Saat melintasi perairan Kepulauan Lelei menuju pelabuhan kota Ternate, kemudian melihat kapal tersebut sedang memancing ikan di laut perairan Maluku Utara itu.

BACA JUGA

Harga Cakalang di Ternate Meroket Tajam

Upaya Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Teluk Buli yang Terancam Punah

Adapun kesalahan yang ditemukan, di antaranya nahkoda KM Cecilia tidak punya kecakapan SKK 60 mil, personel kapal tidak sesuai dengan crew list ABK, pelayaran tidak sesuai surat izin berlayar, dan KKM tidak ada di tempat. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kapal dan ABK akan dibawa menuju Pangkalan TNI AL di Ternate.

Komandan Pangkalan TNI AL Ternate, Kolonel Laut Pelaut Rizaldi, saat dikonfirmasi KIERAHA.com, membenarkan adanya penangkapan kapal oleh KRI Pandrong 801.

“Lanal Ternate baru akan meneruskan pemeriksaan lanjutan terhadap kapal dan ABK KM Cecillia, setelah diserahterimakan atau dilimpahkan oleh KRI Pandrong 801 kepada Lanal Ternate,” kata Danlanal melalui pesan WhatsApp, Sabtu malam.

Danlanal menambahkan, Sabtu (3/2/2018) malam, KRI Pandrong 801 dan KM Cecilia sudah berada di dermaga Ahmad Yani, Kelurahan Kota Baru, Ternate Tengah.

Author: Hasbullah Dahlan

Editor: Redaksi

Komentar

News Feed