oleh

Basarnas Kembali Evakuasi Satu Korban Feri Bandeng

Tim Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate kembali menemukan salah satu ABK yang hilang saat Feri Bandeng tenggelam, Rabu sore. ABK yang ditemukan atas nama Fany Abdur Rahman dengan jabatan Mualim III KMP Bandeng.

Demikian, dikemukakan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Muhammad Arafah, Jumat. Korban yang ditemukan, saat ini sudah dievakuasi. Ia ditemukan oleh beberapa nelayan Loloda Kepulauan dalam kondisi selamat.

Tim Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate juga saat ini sedang mencari beberapa korban lainnya yang masih dilaporkan hilang. Menurut informasi yang diterima Basarnas setempat menyebutkan masih ada empat orang lainnya.

Penyebab Tenggelamnya Kapal

KMP Bandeng yang tenggelam di perairan Loloda, bermula dari pelabuhan Tobelo, Halmahera Utara, menuju Bitung, Sulawesi Utara, pada Selasa malam (14/8/2018). Sesuai daftar POB, kapal milik ASDP itu membawa 24 penumpang dan 18 ABK. Totalnya 42 jiwa.

Meski begitu, sesuai perkembangan di lokasi, tim pencarian dan pertolongan berhasil menemukan korban selamat sebanyak 45 orang. Selanjutnya, informasi Basarnas saat mendata ulang menemukan masih ada 6 orang yang hilang. Keenam orang tersebut salah satunya penumpang perempuan dan 5 anak buah kapal.

Pelayaran KMP Bandeng ini dipimpin Mualim I, Sarifudin Hayale. Kapal ini juga mengangkut 12 kendaraan truk sedang dan besar bermuatan. Mengenai kondisi fisik kapal juga belum jelas. Meski begitu kapal ini akan docking di pelabuhan Bitung.

Erwin Mahasari, salah satu korban yang selamat setelah terombang ambing kurang lebih 16 jam dengan sekoci di perairan Loloda Kepulauan, Maluku Utara, sebelumnya melaporkan bahwa Feri Bandeng sebelum tenggelam, tengah mengalami mati mesin. Kapal tersebut kemudian dihantam ombak hingga menyebabkan kapal tenggelam.

Direktur PT ASDP Ira Puspadewi belum bisa menjelaskan penyebab kapal tenggelam. Menurutnya, pihak ASDP Feri Indonesia saat ini masih menunggu hasil penyelidikan yang akan dilakukan KNKT. “Saat ini KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan selidiki, kesimpulan mengenai penyebabnya, nanti KNKT,” katanya ketika berada di Kantor ASDP Ternate, Jumat (17/8/2018).

Ira mengatakan KMP Bandeng tersebut sudah dilengkapi peralatan keselamatan yang mumpuni. Sebanyak 45 penumpang dan kru kapal yang berhasil ditolong saat ditemukan berada di dalam Liferaft, sekoci dan Life Jacket milik KMP Bandeng.

“ASDP sudah punya alat keselamatan yang sangat memadai, sehingga semua korban selamat yang ditemukan menggunakan life jacket. Awalnya 45 orang ini berada di liferaft, itu semacam tenda yang kedap air, di dalamnya ada penerangan yang kelap kelip, obat-obatan, dan makanan bertahan bagi 25 orang dalam seminggu,” katanya.

Berikut adalah video evakuasi korban Feri Bandeng, Kamis dinihari (16/8/2018).

Author: Munawir Taoeda

Editor: Redaksi