oleh

Bentuk Tim Tangani Korban Gempa Palu asal Halmahera

Pemda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menerjunkan dua tim khusus penjemputan korban gempa di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Jumat.

Kedua tim dipimpin langsung oleh wakil bupati Muhlis Tapitapi dan sekda Fredy Tjandua. Tim satu yang dipimpin wakil bupati bergerak menuju Makassar dan tim dua di bawah koordinasi sekda bergerak menuju Palu melalui kota Manado.

“Kedua tim ini bertugas untuk menemui warga dan mahasiswa korban bencana Palu asal Halmahera Utara yang masih ada di tempat pengungsian,” kata Wakil Bupati Halmahera Utara, Muhlis Tapitapi, ketika dihubungi, Minggu (7/10/2018) sore.

Muhlis bilang, keberangkatan dua tim ini sekaligus memastikan jumlah warga Halmahera Utara yang menjadi korban bencana di Donggala dan Palu.

“Namun hingga saat ini belum bisa dipastikan berapa jumlahnya,” ujar dia.

43 Warga Tiba di Makassar

Sebanyak 43 jiwa; warga dan mahasiswa korban bencana Palu asal Halmahera itu sudah tiba di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu malam, 6 Oktober 2018. Korban bencana asal Halmahera itu keluar dari Palu menggunakan satu unit mobil bus.

Korban gempa Palu asal Halmahera

Kedatangan warga dan mahasisiwa korban bencana Palu asal Halmahera Utara, itu disambut langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara Muhlis Tapitapi.

Muhlis menyatakan, bahwa para korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, asal Halmahera Utara yang sudah diterima itu akan diperhatikan keadaannya hingga tiba di rumah masing-masing di Kabupaten Halmahera Utara.

“Pemda akan bantu semaksimal mungkin untuk segera bertemu dengan keluarga. Oleh karena itu, dengan sinergitas antara relawan dan pemda akan memfasilitasi kebutuhan apa yang diperlukan oleh mereka. Mulai dari kesehatan, logistik dan sarana prasarana tempat tidur dan yang lainnya, sehingga para korban ini dapat aman dan nyaman tanpa rasa takut atau trauma untuk segera kembali kepada keluarganya masing-masing,” kata Muhlis usai penjemputan, Sabtu malam.

Muhlis mengucapkan puji syukur karena korban bencana itu tiba dengan selamat di Makassar, meski mereka bertahan hidup dengan makanan apa adanya.

“Saya prihatin dengan kondisi yang dialami korban bencana ini,” sambung Muhlis.