HomeLingkunganKrisis Air Tanah di Kota Bahari Sudah Tampak

Krisis Air Tanah di Kota Bahari Sudah Tampak

Sebuah kota di tepi laut terancam krisis air bersih. Pada kota berbentuk bulat kerucut itu sebagian wilayahnya sudah terjadi intrusi air laut dan bercampur air tawar.

Kondisi ini bisa terjadi secara merata. Adanya di Pulau Ternate, krisis air tanah di kota berjuluk Bahari Berkesan itu sudah tampak. Pengalihan fungsi lahan menjadi pemukiman salah satu penyebabnya. Juga bertambahnya jumlah penduduk di kota kecil itu.

Ternate adalah salah satu kota di provinsi Maluku Utara. Luasan kota tersebut hanya 5.795 km dan didominasi oleh laut. Sementara luas daratan hanya 162 km. Sisanya laut yang mencakup hampir 5.633 km dari luas Pulau Ternate.

Secara administrasi, Kota Ternate terdiri dari 7 Kecamatan dan 77 Kelurahan. Berdasarkan sensus penduduk 2015, populasi Kota Ternate adalah 212.997 orang dengan kepadatan rata-rata 1.315 orang per km.

BACA JUGA

Agar Pantai Tetap Ramai Penyu

2 Remaja Keturunan Belanda Kampanye Malut Sadar Sampah di Aer Tege-tege

Dari jumlah kepadatan penduduk ini, untuk lokasi yang berpotensi dilakukan konservasi air tanah sangat sedikit. Data USAID Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua atau yang disebut IUWASH Plus menyebutkan, sekitar 12 Kelurahan tersebar di kota Ternate yang bisa dilakukan konservasi air tanah.

Kelurahan-Kelurahan itu meliputi wilayah Kelurahan Dufa-Dufa, Sangaji, Salero, Soasio, Makassar Timur, Gamalama, Manggadua, Bastiong Talangame, Manggadua Utara, Bastiong Karance, Kalumata, dan Fitu.

Penduduk Ternate dilayani oleh air perpipaan dari Sistem Penyediaan Air Minum yang dioperasikan oleh PDAM dan non PDAM. Berdasarkan data proyeksi penduduk dan kebutuhan air minum 2015, PDAM Kota Ternate melayani 155.430 orang, sedangkan non PDAM melayani 10.567 orang.

Kapasitas produksi PDAM Kota Ternate mencapai 420 liter per detik dan cakupan pelayanan sudah mencapai 74 persen. PDAM Ternate memperoleh air baku dari beberapa lokasi, yang mencakup 2 sumur dangkal, 3 sumur dangkal-dalam, 1 mata air dan 1 danau. Sumur itu berlokasi di Kalumpang, Skeep, Ubo-Ubo, Falaraha dan Togafu. Sedangkan mata air ada di Ake Gaale dan Danau Ngade.

Penyebab Ake Gaale Asin

Di kota Ternate yang menjadi kawasan terdampak krisis air minum adalah wilayah Kecamatan Ternate Utara. Di Kecamatan ini, warga setempat meminum air terasa asin (payau) dari pasokan SPAM yang dioperasikan PDAM setempat.

Di wilayah ini, rata-rata seluruh warga masyarakat mengkonsumsi air dari Ake Gaale, Kelurahan Sangaji, yang merupakan sumber pasokan air minum untuk PDAM Ternate. Ake Gaale mampu memproduksi air hingga 105 liter per detik.

Kawasan padat penduduk di Ternate

USAID IUWASH Plus juga menyebutkan, air Ake Gaale asin karena pengaruh jarak pantai dengan mata air tersebut hanya 200 meter. Selain itu pengaruh alih fungsi lahan.

USAID IUWASH Plus menyebutkan Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Kota Ternate menyediakan layanan bagi 5.600 sambungan rumah. Tetapi ada 2.000-2.500 rumah yang belum memiliki akses layanan air minum. Sebagai alternativ dari layanan air minum PDAM, warga memperoleh air dari sumur dangkal (parigi), sumur gali, dan air hujan.

Pengumpulan air hujan dilakukan dengan cara membuat bak (tangki) penampung air hujan. Praktik ini ditunjang dengan curah hujan yang tinggi di Ternate.

Upaya Konservasi Air

Kemitraan Corporate Social Responsibility atau CSR yang didukung oleh USAID IUWASH Plus bekerja sama dengan Pemkot Ternate sedang melakukan upaya konservasi air dan membantu memperbaiki kondisi sumber air baku di Ternate. Program ini melibatkan pihak swasta melalui Kemitraan CSR dalam rangka pembangunan 700 sumur resapan.

Chief of Party USAID IUWASH Plus Alifah Lestari berharap pembangunan sumur resapan di kawasan resapan air Ake Gaale itu dapat mengembalikan fungsi kawasan resapan air dan menambah jumlah cadangan air tanah di mata air Ake Gaale yang merupakan sumber air baku PDAM Ternate.

Program tersebut, sambung dia, merupakan bagian dari Rencana Pengamanan Air Minum untuk mendukung mata air Ake Gaale sebagai sumber air utama PDAM Ternate.

Kemitraan CSR USAID IUWASH Plus ini akan meluncurkan program perdana pembangunan sumur resapan di lokasi SDN 51 Kota Ternate, Lingkungan Facei, Kelurahan Sangaji Utara, Rabu (29/11/2017).

Bagikan