oleh

Persiapan Jemaah Calon Haji Tidore dan Jadwal Pemberangkatan ke Tanah Suci

Sebanyak 116 jemaah calon haji asal Tidore Kepulauan mengikuti kegiatan manasik haji, di aula Nuku Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Kamis (5/6/2018) pagi.

Hadir Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, staf ahli Wali Kota Tidore, asisten sekda, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, pimpinan SKPD, dan para petugas serta pembimbing haji 2018.

Jemaah tertua asal Tidore Kepulauan tahun ini atas nama Hayatudin Umar Tari (89) dari Kelurahan Tongwai, Tidore Selatan, dan jemaah termuda atas nama Besse Gusnayanti Baso Bakarod (31) dari Kelurahan Guraping, Oba Utara.

“Materi bimbingan yang diberikan selama empat hari kedepan ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah RI tentang penyelenggaraan ibadah haji, hikmah haji, akhlakul karimah, shalat jamak, qashar dan tayamun, serta talimatul haji atau peraturan pemerintah Arab Saudi tentang perhajian, konsolidasi kloter, dan kegiatan ibadah selama di pesawat udara, dan adat istiadat saat di Arab Saudi,” kata Kepala Bagian Bina Kesra Setda Kota Tidore Kepulauan Sahnawi Ahmad, sesuai rilis, Kamis sore.

Tujuan bimbingan haji ini, kata Sahnawi, untuk memberikan keterampilan dan kemampuan kepada jemaah calon haji tentang pelaksanaan ibadah haji.

“Juga memberikan pengetahuan tentang masalah kesehatan dan keselamatan dalam pelaksanaan haji dan memberikan informasi, gambaran situasi dan kondisi yang akan dan kemungkinan terjadi, baik dalam perjalanan maupun selama di tanah suci.”

Tergabung dalam Kloter Tujuh

Sahnawi menginformasikan, jemaah calon haji (JCH) asal Kota Tidore Kepulauan yang berjumlah 116 orang ini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) tujuh embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, bersama JCH Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Timur. “JCH kloter 7 ini insya Allah acara pelepasannya dilaksanakan pada 13 Juli 2018 serta diberangkatkan menuju Makassar pada 20 Juli 2018,” sambung dia.

Penerbangan selanjutnya, JCH meninggalkan tanah air menuju tanah suci Madinah pada 21 Juli 2018, dan dijadwalkan jemaah haji asal Kota Tidore Kepulauan ini akan kembali dan tiba di Kota Tidore Kepulauan pada 3 September 2018.

Wali Kota Ali Ibrahim dalam sambutannya mengemukakan, haji merupakan ibadah yang mempunyai karakteristik khusus dalam kemampuan pelaksanaannya, sehingga perlu seluruh JCH ini mempersiapkan fisik, mental dengan disertai niat yang tulus.

“Di samping itu jemaah calon haji perlu memperhatikan syarat, rukun, wajib, serta yang disunnahkan, agar dalam pelaksanaan ibadah haji nantinya mendapatkan predikat haji yang mabrur,” ujar Ali sesuai rilis, kepada Kieraha.com, Kamis.

Ali berharap JCH asal Kota Tidore Kepulauan ini dapat mengikuti manasik haji sampai selesai dan menyimak penyampaian materi yang diberikan petugas.

“Manasik haji ini merupakan gladi resik yang akan dilaksanakan di tanah suci, supaya pelaksanaan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik nantinya,” katanya lagi.

Author: Iriyanti Chandra

Editor: Redaksi