oleh

Pesona Spot Diving Kota Bahari

Dive spot di Ternate memiliki keragaman jenis ikan yang tidak dimiliki spot-spot lain di Indonesia. Salah satunya adalah dive spot yang menjual hiu langkah seperti enis hiu hemiscyllium halmahera atau walking shark (epolet shark) dalam sebutan ilmiahnya, yang belakangan dinyatakan sebagai spesies baru dan merupakan endemik Maluku Utara.

Bagi orang yang memiliki hobi menyelam mungkin bisa mencoba delapan spot diving di kota berjuluk Bahari Berkesan itu. Apalagi rata-rata dive spot yang berada di Ternate tak jauh dari pusat kota dengan keramaian lalulintas. Jarak spot dive pun hanya ditempuh dalam waktu 15 menit perjalanan.

Salah satu yang paling istimewa melakukan dive spot di Ternate yaitu memiliki keragaman jenis ikan yang tidak dimiliki spot-spot lain di Indonesia, salah satunya dive spot yang menjual hiu langkah seperti enis hiu hemiscyllium Halmahera.

BACA JUGA

Kisah Perawat Karang-Karang Kota Bahari

Agar Pantai Maluku Utara Ramai Penyu

Kota Bahari Terancam Krisis Air Bersih

Menurut Aditiyah, Pengelolah Nasijaha Dive Center Ternate, keunikan dive spot di kota itu adalah letak atau lokasinya yang mudah dijangkau dan berada dalam kota. Penyelam dapat menggunakan tranposrtasi darat dengan jarak 15 menit perjalanan. Harga transportasinya pun sedikit murah, penyelam tak butuh menyewa kapal untuk bisa menjangkau lokasinya.

“Karena itulah mengapa, menyelam di Ternate sedikit berbeda dengan daerah-daerah lain di Maluku Utara dan umumnya Indonesia,” kata Kang Adit, begitu ia disapa, saat berbincang-bincang usai menyelam bersama dive spot Taman Nukila.

Berikut spot dive Ternate yang memiliki keindahan dan keragaman jenis ikan:

City Side Masjid Raya (Kellet’s Point)

Titik ini merupakan salah satu spot favorit penyelam dikarenakan karakteristik spot yang tergolong mix (wide dan macro). Kellet’s point merupakan submerged reef di kedalaman 22-25 meter yang terletak sekitar 25 meter dari pinggir jalan atau tempat parkir kendaraan di samping kiri Masjid Raya Al Munawwar Ternate.

Penyelam Ternate mengabadikan pemandangan bawah laut. (Foto Nasijaha Dive Center)

Saran KIERAHA.com, divers harus berenang sekitar 15 meter ke arah laut untuk mendapatkan slope yang terdiri dari pasir serta coral mix (hard dan soft) tempat di mana beberapa sweetlips, blue-yellow tail sering bermain. Setelah sekitar 10 meter melewati dasar pasir di kedalaman 20 meter, barulah submerged reef tersebut dapat terlihat. Sponge, glass fish, bat fish, dan kadang pelagic seperti baracudda, bumphead parrotfish, serta penyu, juga lewat di situ.

Objek makro pun tidak kalah menarik, di kawasan itu, divers dapat menjumpai lembeh seadragon, pontohi pigmy seahorse, candy crab, green hairy shrimp, juga beberapa jenis nudibranch yang cantik nan menawan.

Belakang Mall Point

Titik ini merupakan batas reklamasi, sehingga memiliki kedalaman laut sekitar 8-10 meter tepat dari batas jalan raya. Highlight utama di titik ini adalah mini wall dengan berbagai coral serta seafan sampai dengan kedalaman 30 meter.

Penyelam Ternate mengabadikan pemandangan bawah laut. (Foto Nasijaha Dive Center)

Pada titik ini masih ramai ditinggali schooling fish seperti sweetlips, surgeon, batfish, dan lain-lain. Sesekali tampak lewat juga napoleon wrasse, bumphead, juga eagle ray. Makro yang terdapat di titik ini sebagian besar berupa nudibranch, terutama flabellina sp. Pernah juga ditemukan lembeh seadragon, candy crab, dan wishkered pipefish.

Pelabuhan Ahmad Yani

Titik penyelaman ini menawarkan atraksi yang sangat unik bila dibandingkan dengan titik penyelaman lainnya. Sensasi penyelaman di bawah pelabuhan di antara tiang-tiang jetty setinggi 10-12 meter yang telah ditutupi oleh coral seperti seafan, sponge, bubble coral, dan lain-lain tentunya menawarkan komposisi visual yang unik, khususnya bagi penyuka wide angle photography.

Penyelam Ternate mengabadikan pemandangan bawah laut. (Foto Nasijaha Dive Center)

Sunburst yang sesekali masuk di antara tiang tersebut membuat suasana penyelaman menjadi semakin dramatis. Selain itu, di ujung dermaga kita akan disuguhi sebuah wreck speedboat besi yang cukup besar yang dapat kita masuki.

Mares (Putri Point)

Wreck kapal yang lebih besar juga terdapat di titik ini. Kapal besi yang terbalik ini bagian haluannya sudah tertimbun oleh reklamasi. Dengan kedalaman rata-rata penyelaman 14 meter, titik ini didominasi oleh pasir hitam dengan spot coral di beberapa tempat. Atraksi makro di titik ini terutama adalah berbagai jenis flabellina nudibranch, seaslug, flatworm, skeleton shrimp, orangutan crab, juga clown frogfish.

Dodoku Ali (Belakang Hyper Point)

Entry point titik penyelaman ini juga unik, karena penyelam harus sedikit melipir melalui parkiran motor ke belakang pelataran sebuah pusat perbelanjaan.

Penyelam Ternate mengabadikan pemandangan bawah laut. (Foto Nasijaha Dive Center)

Usaha ini tentunya akan terbayar dikarenakan atraksi yang ditawarkan oleh titik penyelaman ini seperti bearded goby (hijau, kuning, juga hitam), hairy shrimp, lembeh seadragon, berbagai jenis nudibranch, dan lain-lain.

Pada hyper point ini juga terdapat beberapa batu besar yang telah ditumbuhi coral, sehingga bila penyelaman dilakukan siang hari, para penyuka wide angle akan cukup termanjakan untuk bermain dengan sunburst. Walaupun biasanya para penyelam lokal lebih menyukai penyelaman sore menjelang malam di titik ini untuk mencari objek-objek makro.

Swering Point

Titik ini merupakan titik penyelaman paling favorit bagi para penggila super macro photography. Selain aksesnya yang sangat mudah (di pinggir jalan), juga berbagai jenis critters dapat ditemukan di titik ini bila penyelaman dilakukan saat sore maupun malam hari.

Upaya konservasi karang-karang laut Swering

Dengan kedalaman rata-rata hanya sekitar 2-4 meter, divers dapat menemukan berbagai objek seperti harlequin shrimp, bumblebee shrimp, boxer crab, orangutan crab, hairy shrimp, tiger shrimp, bobtail squid, pigmy squid, bluering octopus, berbagai jenis nudibranch, flatworms, seaslug, cowries, juga sebagai hidangan utamanya yaitu walking shark Hemiscyllium Halmahera. 

Blackrock Hiri Point

Blackrock merupakan gugusan batu besar yang terangkat ke permukaan dikarenakan aktivitas tektonik pada jaman dahulu. Lokasinya terletak di sisi utara Pulau Hiri (pulau di utara Ternate) yang berhadapan langsung dengan lautan lepas. Sehingga atraksi utama dari titik ini merupakan schooling fish, kadang juga schooling baracudda, berbagai hiu seperti greyreef, blacktip, juga white tip, serta bumphead parrotfish.

Coral yang menempel di dinding gugusan batu besar itu, juga cukup indah untuk dijadikan objek foto. Arus memang cenderung berubah-ubah, sehingga penyelaman baik dilakukan saat pagi hari. Akses penyelaman di titik ini harus menggunakan boat.

Tanjung Hol Point

Tanjung ini berada di bagian Pulau Ternate yang berhadapan dengan Pulau Hiri. Tutupan karang di titik ini masih cukup bagus, dengan dominasi soft coral dan beberapa koloni table coral di sana sini.

Penyelam Ternate mengabadikan pemandangan bawah laut. (Foto Nasijaha Dive Center)

Atraksi utama dari titik ini selain hamparan soft coral warna-warni juga adalah batu-batu besar yang telah ditutupi coral, dan beberapa objek makro seperti pink eyed goby, candy crab, shrimp, orangutan crab, dan lain-lain. Beberapa jenis pelagis juga sering terlihat di titik ini seperti blacktip shark, bumphead parrotfish, juga penyu. Akses penyelaman di titik ini harus menggunakan boat.

Komentar

Tinggalkan Balasan