oleh

Tim Hukum AGK YA Siap Gugat Hasil Perolehan Suara Pilgub Malut ke MK

Pasangan calon nomor urut 3 Abdul Gani Kasuba dan M Al Yasin Ali akan menggugat hasil rekapitulasi suara putusan KPU Provinsi ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan ini akan dilayangkan melalui tim hukum AGK YA, Selasa 10 Juli 2018.

Demikian, disampaikan Safruddin Umahuk, juru bicara tim pemenangan pasangan calon (paslon) AGK YA, kepada Kieraha.com, Minggu (8/7/2018) sore.

Menurut politisi PDIP Maluku Utara itu, bahwa hasil perolehan suara terbanyak yang ditetapkan KPUD Provinsi setempat ada dugaan pelanggaran di Kabupaten.

“Kami meyakini ada dugaan pelanggaran di Kabupaten Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan Morotai, yang terjadi secara sistematis dan massif,” kata Dino, begitu ia disapa.

“Kami ajukan gugatan ini karena memang merupakan hak konstitusional kami sebagaimana dijamin undang-undang. Di mana selisih suara kami (AGK YA dengan paslon AHM RIVAI) hanya 7.870 atau di bawah 2 persen dengan jumlah penduduk Maluku Utara di bawah 2 juta jiwa.”

Dino menyatakan, saat ini tim hukum AGK YA sedang memverifikasi bukti-bukti dan meminta keterangan saksi terkait jenis pelanggaran yang (diduga) terjadi.

Dino mengatakan bahwa pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan dan PKPI itu meyakini gugatan tim hukum paslon nomor 3 ini akan diterima oleh majelis hakim MK.

Pada pilgub Malut kali ini diikuti sebanyak empat paslon, yaitu AHM RIVAI diusung Partai Golkar dan PPP, AGK YA diusung PDIP dan PKPI, BUR JADI diusung Hanura, PKB, PBB, Demokrat dan Nasdem, serta MK MAJU diusung Gerindra, PKS dan PAN.

Adapun hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPUD Maluku Utara itu, menetapkan pasangan nomor urut 1 AHM RIVAI memperoleh 176.993 suara, disusul paslon nomor 3 AGK YA 169.123 suara, BUR JADI 143.416 suara, dan MK MAJU 65.202 suara. Dari hasil rekapitulasi suara itu maka dapat dihitung selisih suara antara paslon nomor urut 1 dengan nomor urut 3 ini hanya 7.870 suara.