oleh

2 SMA di Halmahera Timur Diharapkan Jadi Sekolah Percontohan

Program penguatan pendidikan karakter dan budaya lokal di SMA wilayah Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, mulai mencapai fase akhir.

Selama 3 tahun, program pendampingan dan penguatan di SMA yang menjadi fokus kegiatan tersebut, disampaikan banyak mengalami perubahan positif.

“…dengan program pengembangan sekolah model di SMAN 1 dan SMAN 12 ini diharapkan dapat menjadi sekolah percontohan bagi sekolah-sekolah lain,” kata Ahmad Zufriyadi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Halmahera Timur, sesuai rilis, Rabu 5 Februari 2020.

Menurutnya, salah satu wadah untuk mempresentasikan pencapaian selama 3 tahun, digelarnya seminar dan talkshow bertajuk Gerak Maju Sekolah Dampingan School Development Program (SDP) Halmahera Timur.

“Seminar ini dilaksanakan di Ruang Laboratorium SMAN 1 Halmahera Timur, dan dihadiri 43 guru dari sekolah imbas di Kecamatan Maba,” ujar dia.

Lewat seminar ini, Kepala SMAN 1 dan SMAN 12 memaparkan hasil positif dari model pendampingan SDP. Dasar pemaparan ini dari hasil yang dicapai.

“Baik di aspek pendampingan manajemen sekolah, orang tua dan masyarakat, guru dan aspek pendampingan para siswa (di 2 sekolah tersebut),” lanjut Ahmad.

Serangkaian pemaparan hasil itu, kata Ahmad, kemudian ditanggapi oleh peserta dari guru-guru, yang dipandu DR Misran Safar, Dosen Universitas Halu Oleo Kendari selaku Fasilitator.

Program SDP ini terlaksana berkat dukungan dari PT Antam Tbk UBPN Malut dengan ProVisi Education. Pada seminar tersebut dimulai dengan sambutan dari Agustinus Toko Susetyo, perwakilan CSR PT Antam UBPN Malut.

Redaksi
Editor
Bagikan Kabar Anda