oleh

347 Unit Bangunan Rusak Akibat Gempa Guncang Morotai

Gempabumi berkekuatan 7,1 magnitudo di Laut Filipina yang menyusup masuk ke wilayah Maluku Utara dan dirasakan di Pulau Morotai 6,8 magnitudo berdampak pada sejumlah kerusakan fasilitas umum dan rumah warga.

Update data BPBD Morotai per 6 Juni 2020, pukul 14.30 WIT, menyebutkan, hingga Sabtu sore, sudah tercatat sebanyak 347 unit bangunan rusak akibat guncangan gempa.

Jumlah ini terdiri dari 286 unit rumah rusak ringan, 38 rusak sedang dan 23 rusak berat. Untuk fasilitas umum seperti masjid, gereja, dan sekolah totalnya mencapai 22 unit.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Pulau Morotai, Abjan Sofyan menyatakan, akibat dari gempa itu, saat ini pemda setempat sedang melakukan verifikasi jumlah kerusakan untuk penanganan rehabilitasi dan konstruksi pascagempa itu.

“Ini meliputi seluruh kerusakan bangunan dengan jumlah totalnya mencapai 347 unit,” kata Abjan, ketika dihubungi kieraha melalui via telepon, di Ternate, Sabtu sore, 6 Juni.

Kerugian Ditaksir Rp 10 Miliar
Salah satu rumah warga yang rusak. (For Kieraha.com)

Abjan menyatakan, dari jumlah total kerusakan bangunan tersebut ditaksir kerugian yang dialami mencapai sebesar Rp 10 miliar.

“Untuk penanganan pasca gempa ini, kita juga sedang upayakan untuk penyaluran bantuan sembako bagi korban gempa, melakukan rehab dan rekonstruksi bangunan rusak akibat gempa, serta kebutuhan lain yang belum diduga namun dibutuhkan nanti,” ujar Abjan.

Abjan mengemukakan, untuk tahap rehab dan rekonstruksi bangunan rusak akibat gempa itu akan dilakukan menggunakan Dana Alokasi Khusus dan melalui APBD. Selain itu, juga dikoordinasikan dengan Balai Perkim dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Ini akan kita koordinasikan dulu. Namun yang kita lakukan saat ini adalah menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, sehingga yang menjadi prioritas dari kerusakan itu yang akan didahulukan. Kalau ada anggaran lebih maka kita juga akan rehab seluruh kerusakan yang ada, termasuk sedang maupun ringan. Jadi yang paling priorotas dulu,” jelas Abjan.

Tak Ada Korban Jiwa Akibat Gempa
Data kerusakan bangunan. (BPBD/Kieraha.com)

Abjan menyatakan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat gempabumi tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat gempabumi ini. Karena saat gempa, Kamis sore, pukul 17.49 WIT, itu banyak warga yang masih melakukan aktivitas di luar rumah. Baik petani yang berada di kebun, nelayan yang sedang di laut, dan ibu rumah tangga dan bayi yang berada di rumah namun alhamdulillah mereka aman dari gempa,” lanjutnya.

Abjan menyatakan, meski sedang ditimpa musibah bencana gempabumi, namun protokol kesehatan tentang pencegahan virus corona tetap diberlakukan oleh warga setempat.

“Juga kepada warga Morotai yang saat ini sedang mengalami musibah akibat gempa dan (ancaman penularan) virus corona, kami harap agar tetap tenang. Mari kita sama-sama meneladani musibah ini sebagai ujian yang harus kita lewati dengan baik,” tambahnya.

BAGIKAN