oleh

971 Unit Rumah Rusak Berat dan 3.104 Jiwa Mengungsi di 15 Lokasi

Gempabumi dengan kekuatan 7,2 yang mengguncang wilayah Halmahera Selatan, Minggu, 14 Juli 2019, pukul 18.10 WIT, menyisakan banyak duka.

Data sementara BPBD yang dirilis Selasa (16/7/2019) menyebutkan, 3.104 jiwa mengungsi di 15 lokasi. Dari jumlah itu, 49 diantaranya mengalami luka ringan dan 2 luka berat. Sementara, jumlah bangunan rumah yang mengalami kerusakan berat mencapai 971 unit dan fasilitas umum 13 unit.

Data BPBD menyebutkan, fasilitas umum yang rusak itu 6 unit gedung sekolah, 1 gereja, 2 masjid, 1 polindes, 1 TPQ, 1 PUAD, dan 1 unit rumah guru. Sementara, rumah warga yang rusak berat tersebar di Desa Ranga-Ranga 300 unit, Gane Luar 380 unit, Sawat 6 unit, Gaimu 10 unit, Kuwo 30 unit, Tanjung Jere 2 unit, Lemo-Lemo 131 unit, Liaro 22 unit, dan Desa Tomara 90 unit.

Kepala BPBD Maluku Utara, Ridwan Saban menjelaskan, jumlah kerusakan bangunan dan korban gempa ini masih dalam pendataan. Jumlah ini bisa bertambah karena masih terdapat beberapa desa yang belum terdata.

“Belum termonitornya seluruh kerusakan bangunan, korban, dan jumlah pengungsi disebabkan karena kendala akses dan jaringan, seperti di Gane yang sebagian desanya tidak ada jaringan telekomunikasi,” katanya.

Ridwan mengatakan tim BPBD provinsi dan TRC BNPB telah berada di lokasi terdampak di Kecamatan Gane Barat dan Gane Timur Selatan untuk melakukan asesmen, guna mendata tingkat kerusakan, jumlah pengungsi, dan lainnya yang dibutuhkan pengungsi.

Ia menambahkan, BPBD Maluku Utara juga telah mendirikan Posko Lapangan di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat.

Irawan Lila
Author
BAGIKAN