oleh

Akankah Pilkada di Halmahera Selatan Tanpa Petahana

Bakal calon petahana bupati di Halmahera Selatan hingga saat ini belum mememuhi persyaratan dukungan minimal kursi dari partai sebagai tiket menuju kontestasi Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

Bahkan, yang paling gesit saat ini justru terlihat penantang baru yang sudah mendominasi jumlah dukungan DPP partai politik sebanyak 16 kursi di parlemen kabupaten setempat.

Pengamat Politik Provinsi Maluku Utara, DR Helmi Alhadar menyatakan, Bahrain Kasuba selaku kandidat petahana di kabupaten itu cukup terancam tidak mendapatkan partai.

Dukungan partai dengan jumlah 6 kursi sebagai syarat minimal maju di Pilkada Kabupaten Halmahera Selatan itu hingga saat ini belum dipenuhi oleh bakal calon petahana tersebut.

“Untuk saat ini justru yang paling terlihat siap adalah Pasangan Calon Usman Sidik-Bassam Kasuba,” ucap Helmi, ketika disambangi kieraha.com, di Ternate, Selasa 14 Juli 2020.

Direktur Lembaga Strategi Komunikasi Publik Maluku Utara itu menyatakan, secara teoritis, semakin banyak kursi yang diraup maka semakin besar mesin partai bekerja.

“Jika mesin partai bekerja lebih banyak, maka peluang menang pun lebih besar,” kata Helmi.

Helmi mengemukakan, langkah Paslon Usman-Bassam yang meraup dukungan partai-partai besar saat ini, secara serius justru lebih cenderung mematahkan pencalonan petahana.

Apalagi, kata Helmi, jumlah dukungan kursi yang sudah dipastikan saat ini sebanyak 16 kursi. Belum lagi ditambah dengan 3 kursi dari Partai Gerindra dan 2 kursi dari PDI Perjuangan.

“Jika jumlah dukungan 5 kursi ini berhasil diambil Usman-Bassam maka kemungkinan kecil petahana akan maju dalam periode keduanya. Sebab sisa dukungan untuk Nasdem 5 dan Hanura 1 kursi sudah punya Paslon Helmi Umar Muksin dan La Ode,” ujar Helmi.

Helmi menyatakan, untuk peluang petahana saat ini justru hanya dari PKPI 2 kursi dan Berkarya 1 kursi. Kalau pun 3 kursi dari Gerindra, kata Helmi bisa diraup petahana, maka kemungkinan Pilkada 2020 di Halmahera Selatan berlangsung dengan tiga paslon itu.

“Jika partai dengan jumlah dukungan kursi ini berkoalisi dengan Nasdem atau diambil Usman-Bassam maka kemungkinan besar petahana tidak cukup partai,” jelas Helmi.

Elektabilitas Petahana Masih 'Unggul'

Meski jumlah kursi sebagai syarat utama maju dalam kontestasi pilkada ini belum diperoleh calon petahana, namun dari segi elektabilitas, kata Helmi, petahana jauh lebih unggul.

“Tetapi kenapa semua partai justru cenderung lari ke Usman-Bassam, ini menjadi pertanyaan apakah partai-partai ini tidak lagi melirik calon petahana bupati tersebut,” lanjut Helmi.

Meski demikian, sambung Helmi, dalam politik ini tidak ada yang pasti, karena pada kondisi tertentu yang saat ini muncul bisa berubah.

Irawan Lila
Author
Bagikan Kabar Anda