oleh

Akses Pendidikan di Balik Keindahan Pulau Laigoma Halmahera

Pulau Laigoma, yang berada di Kecamatan Kayoa Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara memiliki potensi bahari yang cukup mumpuni.

Sayangnya, pulau yang indah dan kaya akan potensi bahari itu masih minim perhatian.

Baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten setempat, kata warga Laigoma, Hasanudin Saleh, kepada Mahasiswa Pecinta Alam Pesisir Fakultas Perikanan dan Kelautan Unkhair Ternate, sesuai rilis yang diterima kieraha.com, Senin 17 Agustus 2020.

Hasanudin menceritakan, di balik keindahan yang berada di daerah terpencil dan jauh dari ibu kota kabupaten itu masih banyak ketertinggalan. Akses pendidikan ke sekolah maupun akses fasilitas perikanan di antaranya.

Untuk akses pendidikan, lanjut Hasanudin, anak-anak pelajar SD di Laigoma harus berangkat ke sekolah SDN 55 melewati jalan laut, bahkan tebing yang licin saat hujan.

“Begitu pun dengan warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani, sangat susah mendapat bantuan fasilitas perikanan tangkap dan perlengkapan pertanian,” ujar dia.

Hasanudin berharap, adanya pengabdian yang dilakukan Mapasir Universitas Khairun di Pulau Laigoma, itu bisa membawa keberuntungan dan dapat menambah optimisme masyarakat akan adanya sentuhan dari pihak pemerintah.

Andri Idwar, Lider Mahasiswa Pecinta Alam Pesisir atau Mapasir menyatakan, kunjungan mereka ke Pulau Laigoma untuk observasi dan sosialisasi terhadap masyarakat setempat.

“Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama tiga hari sejak 15 Agustus (kemarin). Dengan tujuan menumbuhkembangkan rasa sadar memiliki terhadap Pulau Laigoma, mengembangkan wawasan masyarakat terkait pengelolaan potensi sumber daya alam, dan untuk melakukan pemetaan zonasi sumber daya alam serta ekowisata Pulau Laigoma, sekaligus mengeksplorasi serta melakukan konservasi dan mengatur regulasi pariwisata di Pulau Laigoma,” lanjut Andri.

Para siswa SD di Laigoma. (Mapasir Unkhair/Kieraha.com)

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 75, Andri mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah daerah terkait aspirasi yang disampaikan warga setempat.

“Harapannya, semoga ada pemolesan wajah di Pulau Laigoma, terutama akses wisatawan untuk mengenal Laigoma serta membangun akses jalan menuju sekolah,” sebutnya.

Andri menambahkan, dari kegiatan pendataan ekologi Perairan Laigoma ini nantinya akan dibukukan dalam sebuah profil tentang Laigoma, yang juga memuat program Mapasir Mengajar tentang cinta alam dan rasa cinta tanah air terhadap generasi di sana. **

Khaira Ir Djailani
Author
Bagikan Kabar Anda