oleh

Bahan Antiseptik dan Masker di Ternate Kosong

Lelaki itu bernama Yamin Ansar. Di depan sebuah warung kecil, ia terlihat gamang.

“Saya cari masker dan obat antiseptik,” katanya, ketika disambangi kieraha.com, di depan warung, dekat Apotek Kimia Farma, samping mall Ternate, Jumat, 20 Maret 2020.

Bapak tiga anak itu bilang, bahan habis pakai yang dicarinya itu kosong. “Sudah habis. Saya sudah cari di apotek lain tapi kosong. Kalau ada pun harganya mahal,” ucap dia.

Yamin mengatakan harga masker yang masih ada dihargai Rp 56 ribu per buah. Itu ditemukan di Apotek Kimia Farma, ruko Jatiland Ternate.

Yamin mengaku, bahan habis pakai yang hendak dibelinya itu untuk persiapan mencegah penularan wabah virus corona.

Irmawati, petugas jaga di Apotek Kimia Farma membenarkan, ada kelangkaan untuk masker dan antiseptik itu.

Irmawati bilang, barang tersebut habis sudah sejak dua pekan yang lalu. “Memang stoknya saat ini kosong. Tapi dari bos lagi pesan,” lanjut dia.

Irmawati belum bisa memastikan kapan bahan habis pakai itu tiba di apotek milik BUMN ini.

Menurutnya, harga masker sendiri masih normal. Bahkan dengan harga Rp 56 ribu.

“Itu masker yang biasa dipakai untuk karyawan perusahaan. Harganya memang Rp 56 ribu, yang sudah sesuai dengan jenisnya. Kalau masker jenis lain Rp 7 ribu,” ujar dia.

Untuk harga antiseptik 100 mililiter, lanjut Irmawati, dijual Rp 8 ribu per botol. “Tapi saat ini antiseptik di apotik sini kosong,” jelasnya.

Penyebab Masker Kosong

Juru bicara Gugus Tugas COVID19 Ternate, dr Muhammad Sagaf mengatakan, penyebab kelangkaan bahan habis pakai itu terjadi karena ada kebutuhan warga yang meningkat.

“Jadi ini terkait dengan ketika munculnya wabah COVID19 di Indonesia, memang ada dampak kekhawatiran. Karena kasus ini sudah merebak di berbagai negara,” ujar Sagaf.

Apotik Kimia Farma samping Ternate Mall. (Kieraha.com)

Karena itu, lanjut dia, dari awal muncul wabah COVID, masyarakat di Ternate mulai menyiapkan beberapa langkah kewaspadaan, seperti membeli alat pelindung diri tersebut.

“Jadi ketika ini terjadi dan masuk ke Ternate apa yang harus disiapkan itu sudah diantisipasi oleh sebagian besar warga di sini. Sehingga mungkin ini yang dilakukan warga masyarakat dengan membeli antiseptik dan masker untuk persiapan pencegahan lebih dini,” kata Sagaf.

Alat pelindung diri atau APD berupa masker dan antiseptik tersebut, terpantau mulai habis di apotek pada saat mulai terdampak beberapa kasus di DKI Jakarta, Manado, dan Bali.

Meski begitu, kata Sagaf, secara tidak langsung distributor-distributor yang ada di Ternate saat ini lagi menyiapkan, termasuk melakukan pemesanan bahan habis pakai tersebut.

Sagaf menyatakan, soal kelangkaan masker tidak perlu dirisaukan oleh warga masyarakat. Karena yang seharusnya dilakukan masyarakat saat ini adalah menghindari kontak keluar dengan daerah-daerah yang terpapar kasus COVID-19.

Karena itu, ia menyarankan, kepada masyarakat yang kondisinya dalam keadaan sehat untuk tidak sering menggunakan masker, baik sedang di lokasi aman maupun di rumah.

“Pesannya itu, kalau orang yang menggunakan masker berlebihan juga berisiko berpotensi terjadi penularan. Bukan cuma COVID-19 tapi penyakit menular lainnya,” ujar Sagaf.

“Yang jelas semua ini dalam kondisi waspada. Jadi aktivitas-aktivitas keluar itu yang harus kita batasi. Kalau berpikir nanti terpapar itu kembali ke personal orang sendiri,” katanya.

Bagikan Kabar Anda