oleh

BI Kembangkan Industri Tenun Khas Tidore

Perwakilan Bank Indonesia atau BI Provinsi Maluku Utara mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM khususnya kerajinan tenun. Langkah ini diharapkan memberi efek positif terhadap perekonomian setempat.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara Dwi Tugas Waluyanto mengatakan saat ini tenun merupakan salah satu kerajinan yang sangat digemari masyarakat, sehingga produk khas daerah tersebut akan dikembangkan.

“Kami terus mendorong agar Malut memiliki kain tenun khas. Rencananya, tenun yang akan dikembangkan berasal dari Tidore Kepulauan,” kata Dwi seperti dilansir, Jumat, 13 Oktober 2017.

BACA JUGA

Hasil Laut Dikorbankan Demi Reklamasi

Berharap Pengusaha Lokal tak Hanya Berebut Proyek APBD

Menurut Dwi, di Perpustakaan Nasional ada beberapa arsip atau literatur tentang tenun Tidore yang ditemukan di Belanda. Di Kesultanan Tidore, hampir setiap hari ada yang menggunakan tenun, misalnya Abdi Dalam dan lain sebagainya.

“Saya rasa tenun Tidore lebih tepat untuk dikembangkan, karena sudah memiliki corak motif tersendiri,” kata dia.

Dwi mengemukakan, langkah awal BI mengembangkan tenun khas Tidore ini dengan memilih beberapa penenun berbakat dan memiliki jiwa seni yang tinggi. Dari seleksi yang dilakukan terpilih empat orang untuk dikirim ke Jepara agar dapat belajar tenun, mulai dari cara membuat hingga managemen mengelola pemasaran.

Mereka yang belajar diharapkan kembali dan mengajarkan atau memberikan pelatihan kepada masyarakat yang berminat. “Mereka yang terpilih dalam minggu ini akan diberangkatkan ke Jepara untuk belajar selama satu bulan. Tiga orang dari Tidore, satu dari Ternate,” Dwi Tugas Waluyanto memungkasi.

Source: Metrotvnews

Bagikan Kabar Anda

Komentar