oleh

Brigjen Naufal Resmi Jabat Kapolda Malut

Kapolda Maluku Utara resmi berganti dari Brigjen Pol Achmat Juri kepada Brigjen Pol Naufal Yahya. Pataka Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara Fodudara Ngon Moi-Moi dari pejabat lama kepada pejabat baru itu dilakukan melalui upacara Farewell and Welcome Parade di depan Mapolda Malut, di Ternate, Selasa (24/4/2018).

Pejabat lama Kapolda Malut yang mendapat tugas barunya sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih, dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat, pemprov, pemda Kabupaten Kota dan TNI yang banyak membantu dalam menciptakan situasi aman di Provinsi setempat.

“Juga selama sembilan bulan 12 hari, telah ada beberapa prestasi yang kita buat, khususnya di internal polda, telah terpenuhinya gedung Mako Polda Malut yang saat ini telah ditempati, berdirinya SPN yang akan segera beroperasi tahun ini, dan terciptanya situasi kamtibmas yang aman sehingga provinsi Maluku Utara masuk sebagai provinsi teraman di seluruh Indonesia,” kata Brigjen Pol Achmat Juri.

“Selain itu, pertumbuhan ekonomi sebesar 7,6 persen yang ada di provinsi Maluku Utara, merupakan ranking pertama di antara provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia. Bahkan Maluku Utara saat ini masuk sebagai Provinsi terbahagia.”

Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Naufal Yahya juga megemukakan, situasi global dan regional terkini, berpengaruh terhadap situasi dan kondisi yang berkembang di tanah air, baik dari sisi ideologi, politik, ekonomi maupun sosial dan budaya yang secara langsung dapat berpotensi pada timbulnya gangguan kamtibmas.

Kapolda menambahkan, saat ini profesionalisme polri sedang diuji, terutama kasus yang menjadi sorotan publik seperti korupsi, terorisme, narkotika, dan intoleransi, serta gangguan keamanan berupa ujaran kebencian dan potensi konflik antar kelompok yang mewarnai pesta demokrasi pada Pilkada Serentak tahun ini.

“Ini menjadi tanggungjawab kita untuk mencari jalan keluar dengan mengedepankan pola pendekatan yang bersifat adaptif, antisipasi, serta inovatif berdasarkan hasil analisa pada beberapa kasus tersebut,” kata Brigjen Pol Naufal melanjutkan.

Kapolda menyatakan, salah satu tugas penting yang akan dihadapi tahun ini, adalah Pilgub Maluku Utara yang akan berlangsung pada 27 Juni mendatang.

“Menghadapi agenda itu saya yakin semua personel yang ada telah disiapkan sebelumnya demi terciptanya pilkada yang aman. Ini adalah tanggung jawab kita. Kepada seluruh pejabat utama di Polda Malut dan pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Kota, serta lapisan masyarakat agar bisa menciptakan provinsi yang kita cintai ini lebih baik sebagaimana yang diharapkan bersama,” kata Kapolda.

“Saya mohon kerjasama, saya juga meminta izin kepada masyarakat untuk menjadi Kapolda Malut, karena situasi yang aman adalah tanggung jawab bersama.”

Author: Khaira IR Djailani

Editor: Redaksi

BAGIKAN

Komentar