oleh

Di Balik Rumah Adat Solo dan Penghuni Jinak Hutan Karet Bacan

Taman Budaya Saruma namanya. Di sana ada 20 rumah adat dari berbagai etnis yang dibangun di areal hutan karet berumur ratusan tahun. Letaknya tak jauh dari Kantor Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Demikian kata Helmi Botutihe, Sekda Halmahera Selatan, ketika disambangi KIERAHA.com di Ternate, Sabtu malam. Dia mengemukakan, rumah-rumah adat tersebut sengaja dibuatkan khusus untuk Presiden Joko Widodo dan rombongan yang dijadwalkan tiba di Bandara Oesman Sadik Labuha pada 25 Oktober 2017.

“Dua puluh rumah adat ini salah satunya berbentuk rumah adat Solo. Ini dibuatkan untuk ditempati bapak presiden saat berada di Bacan. Di samping itu ada rumah adat etnis Bacan, Tobelo, Galela, Makian, Kayoa, Gane, Gorontalo, Bugis, Buton, Sanana, Tidore, Ternate, Arab dan Cina,” kata Helmi.

BACA JUGA

12 Negara dan 14 Provinsi Siap Memancing di Laut Widi Halmahera

Rute Kedatangan Peserta Lomba Mancing Halmahera di Maluku Utara

Cerita Alquran Tua di NTT Menurut Jogugu Kesultanan Ternate

Helmi mengatakan rumah-rumah adat di Bumi Saruma tersebut merupakan simbol pemersatu warga masyarakat yang berdomisili di kabupaten setempat.

“Ini merupakan ikon baru yang dibuat atas ide bapak bupati Bahrain Kasuba. Karena di sini walaupun banyak etnis namun kita tetap hidup rukun. Makanya kita buatkan rumah adat ini sebagai simbol pemersatu,” ujar dia.

“Jadi kita bangun Taman Budaya Saruma ini bertujuan untuk mengingatkan bahwasannya kita di Halmahera Selatan ini berbeda-beda tetapi tetap satu. Di mana kita selama ini terdapat banyak etnis namun tetap rukun.”

Penghuni Jinak Kebun Karet

Helmi mengatakan areal hutan karet di sekitar rumah-rumah adat tedapat endemik asli Bacan. Di sana disebut yakis atau monyet dalam bahasa Indonesia.

Ilustrasi monyet Bacan. (dok istimewa)

Menurut Helmi, yakis Bacan, jinak.

“Asalkan tidak diganggu oleh pengunjung. Jumlahnya ratusan ekor. Itu menjadi daya tarik tersendiri ketika pengunjung atau bapak presiden berada di sana,” kata dia.

“Sehingga pada areal hutan karet tersebut sengaja dikembangkan menjadi salah satu kawasan pariwisata di Halmahera Selatan. Yang nantinya akan dibuatkan juga tempat bermain anak-anak dan kolam renang.”

Bagikan Kabar Anda

Komentar