oleh

Dokter Legendaris Maluku Utara Meninggal Dunia

Maluku Utara kembali dirundung duka yang mendalam. Dokter Haji Mochtar Zein Pattiiha, meninggal dunia, di rumah keluarga besarnya, Kompleks Pohon Pala, Ternate Tengah.

Dokter legendaris Maluku Utara yang mengabdikan separuh hidupnya untuk melayani masyarakat Maluku Utara di bidang kesehatan ini telah dikebumikan, Sabtu malam, 27 Juni 2020, pukul 20.00 WIT, di Pekuburan Islam, Kelurahan Santiong, Kota Ternate.

Mendiang dr Zein, begitu sapaan akrab warga di Maluku Utara, meninggal pada Sabtu sore, sekitar pukul 16.00 WIT.

Dokter Zein, wafat pada usia 78 tahun karena sakit. Beliau beberapa tahun terakhir sakit dan sempat menjalani operasi di RSUD Chasan Boesoirie Ternate.

Dokter Zein lahir di Seram, Maluku Tengah, tanggal 9 Juli 1942. Dokter berdarah Ambon ini oleh masyarakat Maluku Utara sangat mengenalnya karena pernah menjadi satu-satunya dokter ahli penyakit dalam di daerah ini.

“Dokter Zein dikenal sebagai sosok yang baik dan bijaksana. Jangan heran di masa itu antrian pasien di tempat praktek begitu banyak. Buka praktek sore hari dan baru berakhir tangah malam,” kata Alwan Arif, salah satu perawat di RSUD Chasan Boesoirie, melalui akun facebooknya yang dilansir Sabtu malam.

Dokter legendaris itu telah berpulang, tunai sudah segala tugas dan tanggung jawab Almarhum di dunia.

“Semoga segala pengabdian Almarhum menjadi amal di sisi Allah SWT, amin,” lanjut Alwan.

Alwan pernah menulis status serupa melalui wall akun facebook nya ini. Ia menceritakan, setiap kali perayaan HUT RSUD dr Chasan Boesoirie, ada tokoh penting yang tidak pernah dilupakan. Beliau adalah dr H Mochtar Zein Pattiiha.

Cikal Bakal Nama RSUD Chasan Boesoirie

Dokter Zein adalah tokoh sentral dalam sejarah dimulainya penamaan dr Chasan Boesoirie sebagai RSUD Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Kepedulian dr Boesoirie pada sejarah Maluku Utara terutama pasca kemerdekaan kemudian mengilhami penetapan nama RS ini.

RSU Ternate ini sendiri berdiri sejak tahun 1873 pada masa pemerintahan Hindia Belanda tepatnya di depan Benteng Oranje Ternate.

Dokter Haji Chasan Boesoirie adalah dokter pribumi pertama yang bertugas di daerah ini. Beliau dokter keresidenan yang merangkap sebagai Kepala RSU Ternate tahun 1941-1949.

“Dalam sebuah kesempatan saya pernah bertanya kepada dr Zein siapakah dokter yang pertama kali melakukan tindakan pembedahan (operasi) terhadap pasien-pasien bedah di Maluku Utara. Dokter Zein menjawab bahwa dr Chasan Boesoirie lah yang pertama kali melakukan kegiatan bedah di Ternate,” lanjut Alwan dalam akun facebooknya.

Pada zaman pendudukan Jepang banyak korban yang berjatuhan, dr Chasan Boesoirie dengan sabar mengobati para korban bahkan melakukan operasi darurat di bawah Pohon Pala untuk menyelamatkan korban sipil dan tentara pada saat itu.

“Begitu fasihnya dr Zein bercerita tentang kiprah seorang dr H Chasan Boesoirie di Ternate dan Maluku Utara sehingga beliau mampu meyakinkan pemerintah provinsi, DPRD dan pihak lainnya untuk menyematkan nama dr H Chasan Boesoirie sebagai nama sebuah RS terbesar di Maluku Utara saat ini,” sambung Alwan.

“Selamat jalan dr Zein. Maluku Utara kehilanganmu.” *

BAGIKAN