oleh

Ekspedisi Mandala Telusuri Jejak Talaga Rano di Halmahera

Ekspedisi Mandala Halmahera di Talaga Rano Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, resmi dimulai pada Selasa (2/5/2017) pagi, pukul 10.00 wit.

Tim ekspedisi berjumlah 14 orang, terdiri 6 orang tim Laboratorium Geologi UMMU dan sisanya dari Divisi Pecinta Alam Fakultas Teknik UMMU Ternate.

Kepada KIERAHA.com, Deddy Arif, Koordinator Ekspedisi Mandala Halmahera 2017, mengatakan ekspedisi bermaksud menggali informasi ilmiah terkait jejak Talaga Rano dan hubungannya dengan aktivitas vulkanik di Jailolo pada masa lampau.

BACA JUGA

Kado Terindah Hardiknas di Wilayah Sengketa Jailolo Timur

“Pelepasan keberangkatan tim ini berlangsung di ruang Prodi Tambang UMMU pukul 10.00 wit. Tim ekspedisi dilepas oleh Ketua Dewan Kehormatan DIMPA Fatek UMMU (Ruslan Maulana) dan Sekretaris Prodi Tambang (Ali Yusra),” kata Deddy, Selasa malam.

Koordinator Ikatan Ahli Geologi Indonesia Maluku Utara itu, mengatakan setelah pelepasan tim ekspedisi langsung melanjutkan perjalanan ke Jailolo menggunakan kapal laut.

Pada perjalanan laut yang ditempuh kurang lebih 1 jam didukung dengan cuaca yang bersahabat. Meski begitu, cuaca berubah gerimis kala memasuki teluk Jailolo.

Deddy mengatakan perjalanan tim ekspedisi, Selasa malam, menginap di Jailolo. Perjalanan ke talaga baru akan dilanjutkan Rabu (3/5/2017) pukul 06.00 wit.

“Rencana keberadaan tim ekspedisi ini selama 3 hari untuk mengamati dan mengambil sampel data terkait Talaga Rano sebagai warisan geologi di Kepulauan Halmahera,” katanya.

“Nanti pada hasil ekspedisi ini akan diseminarkan sekaligus tayangan galeri karya ekspedisi, dengan harapan tim ekspedisi dapat menerbitkan buku terkait Geological Heritage Talaga Rano.”

Author: Fandi Gani

Editor: Redaksi

Bagikan Kabar Anda

Komentar