oleh

Festival Morotai di Tengah Ancaman Virus Corona

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai baru saja resmi membuka acara Festival Morotai 2020, di Ternate, Sabtu malam, 14 Maret kemarin.

Ketua Panitia Festival Morotai, Ida Arsyad mengatakan Festival Morotai menjadi salah satu dari 100 acara Calendar of Event 2020 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Even pariwisata ini, menurut Ida, menjadi penting untuk menarik lebih banyak kunjungan wisata, baik domestik maupun luar negeri.

Festival Morotai yang digelar mulai 15 Januari hingga 31 Desember 2020 mengusung tema besar “Land of Stories”. Sepanjang festival tersebut ada 45 even dari 4 kategori yang berbeda, yaitu musik, budaya, olahraga, dan religi. Puncak acaranya bakal digelar pada 11 Juli 2020.

Tak tanggung-tanggung, sepanjang tahun ini Pemkab Pulau Morotai memasang target kunjungan wisatawan berada di angka 29.000. Jumlah ini terdiri dari 25.000 wisatawan nusantara dan 4.000 wisatawan mancanegara.

“Selain target kunjungan wisatawan ini, lama tinggal wisatawan juga menjadi fokus Pemda Morotai. Dengan target kunjungan dan lama tinggal, maka pemerintah Pulau Morotai menetapkan 45 even yang berlangsung selama 2020,” katanya.

Ancaman Virus Corona

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai baru saja resmi membuka acara Festival Morotai di tengah ancaman virus corona COVID19.

Gelaran Festival Morotai di tengah wabah virus corona COVID19 yang makin meluas di tanah air menjadi tantangannya.

Bupati Morotai, Benny Laos mengatakan, untuk mencegah penularan virus corona, pihak Pemda Morotai bersama Satgas Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Virus Corona Maluku Utara sudah punya langkah dan cara mengantisipasinya. Salah satunya dengan menyediakan alat pemindai suhu tubuh di Bandara Sultan Babullah.

Benny juga mengatakan, cuaca panas di Morotai bisa menepis penularan virus corona. “Memang alam kita dengan cuaca yang cukup panas ini bisa menolong secara otomatis virus bisa terkendali,” kata Benny.

Wakil gubernur M Al Yasin Ali mengatakan, langkah yang diambil pemerintah provinsi saat ini baru merencanakan mendatangkan dua alat pendeteksi virus corona. Upaya ini untuk mencegah virus corona masuk Maluku Utara.

“Karena yang ada saat ini baru thermal scanner yang dipasang di pintu kedatangan Bandara (Sultan Babullah),” katanya.

Wagub meminta, kepada Tim Satgas untuk memperketat kapal masuk di pelabuhan-pelabuhan laut dan bandar udara yang diakses warga yang baru datang dari luar wilayah Maluku Utara.

“Kalau memang kondisinya berubah maka pemerintah provinsi akan mengambil langkah. Juga karena saat ini laporan dari dinas kesehatan dan rumah sakit masih tetap pantau dan sampai saat ini memang belum ada (positif corona),” kata Yasin.

Bagikan Kabar Anda