oleh

Ikan Tuna Produk Maluku Utara Siap Diekspor ke AS

Pada Agustus tahun ini ekspor ikan tuna produksi Maluku Utara akan tembus pasar Amerika Serikat (AS). Jumlahnya kurang lebih 19 ton yang siap diekspor.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara Buyung Radjiloen, usai menghadiri rapat persiapan ekspor ikan tuna, di lantai dua Kantor Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, Kota Ternate, Kamis (10/8/2017). Hadir Kepala Badan Pengkajian Perdagangan RI Kasan Mukhri, Kepala BI Malut Dwi Tugas Waliyanto, Kepala Bea Cukai Ternate Nyoman Adhi, dan Kepala Bandara Sultan Babullah Ternate.

Kepala DKP Buyung Radjiloen mengatakan dokumen rencana ekspor ikan tersebut sudah dilakukan melalui Bea Cukai Ternate. Meski pintu keluarnya tidak dari Maluku Utara karena masih ada beberapa kendala.

“Jadi ekspor perikanan Maluku Utara ini dilakukan secara mandiri. Dengan harapan ekspor ikan ini dapat mendorong PAD (pendapatan asli daerah) dan memberikan kontribusi ke daerah melalui kerjasama dari berbagai instansi ini,” ujarnya.

BACA JUGA

Produk Ikan Tuna Terbesar Ada di Maluku Utara

DKP Dorong Maluku Utara Jadi Destinasi Wisata Mancing Dunia

Warga Morotai Sedih Lihat Ikan Duyung Mati

Buyung mengemukakan, ekspor ikan tuna Maluku Utara ke AS ini terbagi dalam beberapa jenis, yakni ikan saku tuna dan kube tuna.

Mardia Ambodalle, Kasubsi Pengawasan Pengendalian dan Informasi Kantor Karentina Ikan Ternate, mengatakan ekspor ikan ke AS yang akan dilakukan Pemprov Maluku Utara itu adalah yang pertama kalinya.

“Awalnya rencana ekspor ini juga dilakukan langsung dari Sanana (Kepulauan Sula) kemarin, namun rencana ekspor 17 ton ikan itu batal karena masalah transportasi.”

Mardia mengemukakan, ekspor ikan di Maluku Utara saat ini masih terkendala pada mesin pendingin, karena di provinsi itu belum tersedia kontainer atau peti kemas ekspor yang bisa mempertahankan suhu dingin ikan di bawah 20 derajat, sementara ikan yang mau diekspor itu harus mempertahankan kualitasnya tetap baik.

“Kalau suhunya sampai 21 cc, maka ikan yang akan diekspor itu bisa rusak dan harganya yang tadi 20 dolar bisa turun sampai 2 dolar,” jelasnya.

Untuk regulasi, kata dia, di DKP Maluku Utara tak lagi bermasalah. Kendalanya saat ini pada proses perjalanan pengiriman ikan dari Sanana menuju Ternate.

“Namun itu sudah dibenahi oleh Bea Cukai dan Karantina,” sambungnya.

Kepala Bea Cukai Ternate Nyoman Adhy menambahkan, permasalahan dokumen ekspor ikan tuna dari Malut ke AS sendiri sudah rampung.

“Semuanya sudah beres (rampung). Sekarang tinggal diekspor,” katanya.

Author: Khaira Ir Djailani

Editor: Redaksi

Bagikan Kabar Anda

Komentar