oleh

Impian Jokowi Soal Maluku Utara Setelah Lomba WIFT di Halmahera

Maluku Utara adalah salah satu daerah yang memiliki potensi bahari dan panorama alam yang mumpuni. Kekayaan bahari yang dimiliki oleh provinsi berjuluk Negeri Kepulauan Rempah itu akan didorong menjadi daerah tujuan wisata baru di Indonesia.

Hal itu dikatakan Deputi Budaya Seni dan Olahraga Kemenko Maritim Kosmas Harafa, saat disambangi KIERAHA.com di rumah dinas gubernur Maluku Utara, Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, Kota Ternate, Jumat, 13 Oktober 2017.

Kosmas mengemukakan, pada momentum Widi International Fishing Tournament atau WIFT di laut Kepulauan Widi, Halmahera Selatan pada 25-29 Oktober 2017, akan menjadi ajang kebangkitan pariwisata di provinsi itu dalam menyambut kedatangan wisatawan dari berbagai mancanegara.

“Sehingga saya mewakili Kemenko Maritim (Pemerintah Pusat) datang ke sini untuk mengecek kesiapan pelaksanaan event WIFT yang akan digelar di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara,” kata dia.

Menurut Kosmas, ajang WIFT ini akan dibuka dan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi. “Ini karena pemerintah menganggap event WIFT adalah kegiatan positif yang dapat memberikan prospek pembangunan di Maluku Utara lebih baik kedepan, yang salah satunya dapat meningkatkan perekonomian untuk Maluku Utara. Hal ini karena kita meyakini sebagaimana yang disampaikan bapak Presiden, bahwa sektor pariwisata Indonesia telah menjadi sektor unggulan kita kedepan,” ujar Kosmas.

Kosmas mengakui keindahan dan kekayaan alam yang ada di daerah kepulauan yang memiliki luas laut lebih besar dari wilayah daratan tersebut, merupakan sesuatu yang bernilai jual tinggi. Sehingga perlu dimaksimalkan pengelolaannya dengan baik.

BACA JUGA

The Charm Widi Island North Moluccas

Widi Siap Jadi Destinasi Mancing Dunia

Ivent Widi Ajang Promosi Daerah

Kosmas menambahkan, lomba mancing internasional itu akan memperebutkan Piala Presiden. Yang dalam prespektif pariwisata merupakan salah satu daya tarik, sehingga pemancing kelas dunia jika merasakan alam atau destinasi wisata di daerah ini, maka akan menjadi salah satu alat promosi pariwisata yang dikenal dunia.

Mewakili Kemenko Maritim, Kosmas berharap lomba mancing di Pulau Widi kali ini dapat menjadi gong bergeraknya industri mancing atau wisata bahari di Malut yang bisa dikenal di mata dunia. “Karena dengan gong inilah yang dapat mengundang wisatawan, baik domestik maupun manca negara untuk datang ke Maluku Utara, yang pada akhirnya bisa memberikan dampak ekonomi yang baik buat masyarakat.”

Kosmas mengatakan, terlaksananya ajang WIFT tersebut atas kerjasama pemerintah di daerah dan pusat. “Jadi kegiatan ini dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan Kemenko Maritim bertugas untuk mengkoordinasi Kementerian Lembaga terkait agar bersama-sama mendorong mensukseskan kegiatan ini,” kata dia.

“Bahkan kita juga akan dorong Balai Jalan dan Jembatan untuk bisa memperbaiki infrastruktur yang ada di Maluku Utara, terutama wilayah Halmehara Selatan.”

Abdul Gani Kasuba, Gubernur Maluku Utara, mengatakan ajang WIFT saat ini tinggal 11 hari lagi, sudah akan dihelat secara resmi. Pihaknya bersama pemda Halmahera Selatan akan bekerja maksimal mensukseskan WIFT, meskipun dengan segala keterbatasan, salah satunya masalah anggaran. “Walaupun dengan keterbatasan yang kita miliki, namun dengan semangat yang ada, kita bisa pastikan bahwa kegiatan ini akan berjalan dengan lancar,” kata Gani.

Gani berharap adanya dukungan seluruh pihak untuk mensukseskan lomba mancing internasional pertama kali di wilayah itu.

“Jika kegiatan ini sukses, maka sesuai rencana, provinsi Maluku Utara pasti mendapatkan bantuan-bantuan, di antaranya pembangunan landasan pacu atau runway 3 bandara di Halmahera, dan pembangunan pelabuhan laut di Sofifi,” tutup Gani.

Bagikan Kabar Anda

Komentar