oleh

Ini yang Bikin Nahkoda Speedboat Delta dan PM Mila Tersangka

Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Maluku Utara menetapkan nahkoda PM Mila dan speedboat Delta rute Ternate-Tidore tersangka laka laut, yang terjadi di perairan Bastiong, Ternate Selatan, Ternate, Sabtu (22/6/2019).

Nahkoda berisial MS dan IF ini ditetapkan tersangka karena lalai memenuhi izin berlayar. Juga dalam insiden tersebut telah mengakibatkan adanya korban luka.

Dirpolairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Arif Budi Winofa menjelaskan, penetapan status tersangka itu dilakukan setelah Ditpolairud memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti lainnya termasuk surat izin berlayar yang belum dimiliki.

“Dua tersangka ini yang satu nahkoda kapal PM Mila dan speedboat Delta. Keduanya belum ada surat izin berlayar, dan itu salah satu alasan kita untuk melakukan penetapan tersangka selain dari alasan lain termasuk keterangan sejumlah saksi,” kata Kombes Arif, saat konferensi pers, Senin (24/6/2019).

Arif menceritakan, kronologi laka laut tersebut bermula saat perahu motor (PM) Mila yang baru tiba di Pelabuhan Bastiong hendak melakukan sandar kapal. Namun speedboat yang baru keluar pelabuhan itu tidak melihat PM Mila dan akhirnya menghantam badan kapal yang kebetulan terdapat tangan bocah.

“Tak disangka tabrakan tersebut tepat pada jendela PM Mila, yang di situ juga ada tangan bocah (perempuan 6 tahun), sehingga terjadi luka,” sambung Arif.

Atas insiden tersebut, lanjut Arif, kedua tersangka akan dijerat Pasal 323 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Dalam Ayat 1 menyebutkan, Nakhoda yang berlayar tanpa memiliki Surat Persetujuan Berlayar yang dikeluarkan Syahbandar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 600.000.000.

Khaira Ir Djailani
Author
BAGIKAN