oleh

Kampanye Perdana, Ini Ungkapan Pasangan Calon FAM-SAH di Sula

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsih Mus dan M Saleh Marasabessy, mengawali kampanye perdana di Desa Jere, Mangoli, dan Desa Waitulia, wilayah Kecamatan Mangoli Tengah, Senin, 28 September 2020. Kedatangan paslon nomor urut 3 ini disambut massa pendukung dan simpatisan dengan Tarian Cakalele.

Di hadapan massa pendukung dan simpatisan yang hadir dalam kampanye paslon dengan julukan FAM-SAH ini, Calon Bupati Fifian Adeningsi Mus mengaku senang tiba di Desa Jere yang sudah 4 kali disinggahinya. Fifian mengatakan dirinya maju calon bupati di Kepulauan Sula dengan satu niat, yaitu ingin wujudkan pembangunan Sula yang sejahtera.

“Selain itu, saya juga mendapat dorongan langsung dari keluarga besar Yana Sua di Taliabu yang menginginkan saya mencalonkan diri sebagai Bupati Kepulauan Sula,” ucap putri ketiga dari keluarga Mus ini, saat kampanye di Desa Jere, Kecamatan Mangoli Tengah, Senin.

BACA JUGA

Keyakinan Nomor Urut bagi Calon Bupati di Pilkada Sula

Fifian menyatakan, meski pun dirinya sehari-hari beraktivitas di Kabupaten Pulau Taliabu, namun selalu mengikuti perkembangan Pulau Sula dari daerah tempatnya mengabdi ini.

Diakhir orasi politiknya, Fifian mengajak kaum perempuan dan seluruh masyarakat di Sula memilih FAM-SAH sebagai solusi membawa Sula lebih baik untuk lima tahun kedepannya.

“Kita perempuan ini kerja dengan hati. Kita sama, cubit di kulit rasa di tulang,” lanjutnya.

Calon Wakil Bupati M Saleh Marasabessy optimis Kepulauan Sula lima tahun kedepan akan menjadi negeri yang bahagia dan sejahtera jika FAM-SAH yang terpilih pada pemilihan yang dihelat tanggal 9 Desember.

“Kita punya potensi sumber daya melimpah. Tapi sampai hari ini, kita belum mampu mengelolanya secara maksimal. Kenapa, karena potensi sumber daya manusia dan potensi sumber daya alam yang kita miliki di negeri ini tidak digali dengan baik,” ucapnya.

Olehnya itu, lanjut dia, ketika FAM-SAH terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula maka potensi yang ada akan digali secara baik, dikembangkan dan diprioritaskan untuk pembangunan kesejahteraan seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Nelayan kita sampai hari ini belum bisa mengelola sumber daya perikanan yang ada secara baik. Kenapa demikian, karena Sula belum punya kawasan-kawasan pengembangan perikanan yang baik yang bisa mengangkat harkat masyarakat nelayan ini. Kita belum punya kawasan pengembangan pertanian yang bagus, yang bisa mengembangkan pendapatan masyarakat, begitu pun dengan sektor-sektor yang lain seperti home industry. Semua ini tidak lain dan tidak bukan, bagaimana untuk kita menciptakan lapangan kerja, kita punya aset dan banyak potensi yang begitu besar namun tidak dimanfaatkan,” lanjut M Saleh.

M Saleh menambahkan, membangun Sula bukan hanya mengandalkan Aparatur Sipil Negara. Akan tetapi perlu disinergikan potensi yang ada dan diarahkan untuk pengembangan sektor swasta. Oleh karenanya, sambung M Saleh, paket FAM-SAH hadir untuk solusi ini.

Nurhuda Duwila
Author
Bagikan Kabar Anda