oleh

Kemenko Maritim Tinjau Lokasi Lomba Mancing

Kementerian Koordinator dan Kemaritiman RI bersama pemprov Maluku Utara dijadwalkan meninjau lokasi pelaksanaan ivent Widi International Fishing Tournament (WIFT) di Kabupaten Halmahera Selatan, Sabtu (25/3/2017).

Peninjauan lokasi itu untuk melihat sejauh mana kesiapan daerah dalam menghadapi lomba mancing terbesar yang akan diikuti oleh kurang lebih 10 klub mancing Internasional.

Safri Burhanudin, Deputi IV Bidang Koordinator SDM, Iptek dan Budidaya Kemenko Maritim, mengatakan pelaksanaan lomba mancing Piala Presiden 2017 itu akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

“Ini satu hal yang luar biasa dan sangat positif, sebab di mana-mana kalau untuk lomba mancing, baik International maupun nasional pak presiden jarang hadir, tapi di Maluku Utara ini beliau nyatakan hadir langsung,” kata Safri, usai rapat teknis persiapan event WIFT antara Kemenko Bidang Kemaritiman dengan pemprov Malut, Jumat (24/3/2017) di Ternate.

Safri mengungkapkan keputusan kehadiran Presiden Jokowi itu membuat pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan kesiapan-kesiapan baik dari pusat maupun daerah.

Untuk melihat kesiapan daerah sendiri, menurut Safri Burhanudin, Sabtu pagi, akan bertolak ke Pulau Bacan, ibukota Kabupaten Halmahera Selatan dari pelabuhan Resident Ternate, untuk meninjau langsung lokasi lomba mancing di Pulau Widi.

“Dari hasil peninjauan ini akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama pemerintah provinsi Maluku Utara di Jakarta. Rapat koordinasi di Jakarta akan membahas beberapa hal pokok yang meliputi aksesibilitas dan amenitas (ke Pulau Widi),” ucapnya.

HM Natsir Thaib, Wakil Gubernur Maluku Utara, mengatakan sejauh ini kesiapan daerah masih pada tahapan melakukan koordinasi dengan Pemda Kabupaten Halmahera Selatan.

Rapat teknis persiapan penyelenggaraan event WIFT. (KIERAHA.com/Hiar)

 

Menurut Natsir, kesiapan aksebilitas dan amenitas sejauh ini yang dilakukan panitia di tingkat provinsi melalui SKPD terkait seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pariwisata, sudah mulai berkoordinasi dalam hal penyiapan infrastruktur yang dibutuhkan.

”Sehingga saya minta sama pak Deputi, setelah meninjau lokasi nantinya, dibuat rapat teknis di Jakarta untuk lebih memantapkan proses pelaksanaan acara ini,” katanya.

Natsir menilai pada kegiatan nasional kali ini merupakan satu langkah maju, karena berdasarkan pengalaman selama ini setiap kegiatan nasional di daerah selalu terbebani masalah anggaran.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Buyung Radjiloen, mengemukakan segala kesiapan infrastruktur pendukung ivent Widi sejauh ini sudah mulai berjalan. Dia mengharapkan partisipasi penuh dari SKPD terkait.

“Apalagi ini sudah ada instruksi dari pak gubernur, dan alhamdulilllah dengan adanya pertemuan ini (rapat teknis persiapan), semua pihak sudah bisa berpikir bagaimana lomba ini mulai dilaksanakan. Alasan pertama karena pak Presiden datang. Sehingga kita semua harus bersama-sama bekerja menutupi segala kekurangan,” ucapnya.

“Jadi kegiatan ini bukan hanya Dinas Perikanan dan Kelautan semata, tapi ivent seluruh masyarakat, terutama SKPD terkait dalam memanfaatkan momen ini sebagai ajang mempromosikan daerah,” jelasnya.

Buyung mengaku sejauh ini pemprov Maluku Utara masih terkendala masalah anggaran. Sehingga diharapkan semua pihak ikut berpartisipasi mensukseskan kegiatan itu.

“Karena setelah ivent ini kita berharap peserta yang ikut lomba masih mau datang ke Maluku Utara. Itu yang harus kita jaga. Sehingga kesiapan infrastrukturnya perlu disiapkan,” Kepala DKP Maluku Utara, Buyung Radjiloen memungkasi.

BAGIKAN

Komentar