oleh

Lawan Hoaks Pemimpin Media Online Dalami Jurnalisme Data

Jurnalisme data merupakan masa depan jurnalistik. Kehadiran media yang menyajikan liputan dengan basis data yang kuat dibutuhkan masyarakat.

“Apalagi di era banjir hoaks seperti sekarang,” ujar Abdul Manan, Ketua AJI Indonesia yang dilansir Independen.id Jumat.

Berangkat dari kondisi itu sejak Jumat hingga Minggu 11 Februari 2018, AJI Indonesia bersama Independen dengan dukungan CFI Cooperation Medias menyelenggarakan Data Driven Journalism Master Class di Jakarta.

Pelatihan ini mengundang 20 pemimpin media lokal seperti Kabarpapua.co, Tabloidjubi.com, Kabarmedan.com, Purwokertokita.com, Jawa Pos Radar Bojonegoro, Balebengong.com, Kabarmakassar.com, Zonautara.com, Kieraha.com, Jurnalistravel.co.id, Padangkita.com, Riauonline.co.id, Terakota.id, Jemberita.com, Degorontalo.co, Kediripedia.com, Pontianak Post, serta editor dari media di Jakarta di antaranya Kompas.com, Suara.com dan Beritagar.id mengikuti kegiatan ini.

Pemateri dari Katadata.co.id Adek Media Roza mengatakan produk-produk jurnalisme data di media saat ini sudah digemari masyarakat, dunia bisnis, dan pemerintah.

Dia mencontohkan produk-produk Katadata antara lain infografis, multimedia, grafik-grafik analisis bisnis, dan artikel berita banyak dibaca masyarakat bahkan menjadi referensi pemerintah. Karena data yang disajikan dalam bentuk infografik memudahkan masyarakat memahami persoalan. Fakta di lapangan sulit dibantah jika disajikan dengan data.

“Untuk membatahnya juga membutuhkan data,” kata Adek menambahkan.

BACA JUGA

AJI Gelar Workshop Data Driven Journalism Master Class di Jakarta

Ancaman Buat Ibunda di Pulau Terpencil

Pemateri dari Prancis, Gurvan Kristanadjaja mendorong jurnalis menguasai skill jurnalisme data dan memahami bahasa pemrograman untuk menghasilkan karya jurnalistik yang bermanfaat untuk masyarakat. Karena itu Abdul Manan menambahkan, pelatihan yang diberikan dapat menjadi pemicu bagi media online untuk menghasilkan karya bermutu. “Semakin mahir dalam kerja-kerja memanfaatkan data yang berjibun di internet,” ujar Manan.

Hal ini juga dikemukakan oleh Gurvan sebagaimana dilansir Zonautara.com. Gurvan memberikan banyak contoh bagaimana memanfaatkan berbagai tool yang ada di internet untuk mengolah data menjadi sebuah karya jurnalistik.

Dia menceritakan, bagaimana laporan berbasis data di Liberation.fr (media tempatnya bekerja) mampu mempengaruhi kebijakan publik dan pemerintah.

Laporan-laporan mereka yang diolah dari data, mendapat respon yang sangat luas dari pembaca. “Tak jarang ribuan pertanyaan dialamatkan kepada media kami lewat berbagai platform, begitu sebuah laporan berbasis data disiarkan,” sambung dia.

Pelatihan data driven jurnaslisme yang diselenggarakan AJI Indonesia dan Independen ini sudah berlangsung sejak 2016-2017. Pertama dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat dan sesudahnya di berbagai daerah wilayah AJI Kota di Indonesia.

Pelatihan kali ini merupakan kelas lanjutan dari pelatihan sebelumnya. Pesertanya juga sebagian adalah mereka yang sudah pernah mengikuti pelatihan dasar. Namun pada pelatihan ini pesertanya berada pada level pengambil kebijakan di media.

Bagikan Kabar Anda

Komentar