oleh

Main Domino dan Bakumpul di Luar Rumah Siap-Siap Kena Hukuman

Warga masyarakat di Kota Ternate, Maluku Utara rupanya belum sepenuhnya memahami risiko penularan wabah virus Corona baru Covid-19. Betapa tidak, bayang-bayang transmisi lokal yang kian mengancam warga di kota kecil itu pun seakan tidak dihiraukan.

Pengamatan kieraha.com, semenjak imbauan pemerintah kota dikeluarkan, namun tetap saja banyak warga yang berlalu lalang tanpa masker dan masih santai bakumpul alias berkumpul.

Padahal imbauan pakai masker, jaga jarak, dan berdiam diri di rumah itu merupakan cara ampuh untuk terhindar dari penularan wabah virus Corona dan memutus penyebarannya.

Kompol Jufri Dukomalamo, Wakapolres Ternate mengakui, masih banyak warga yang abai dengan anjuran protokol pencegahan virus itu.

BACA JUGA

Waspada Transmisi Lokal Covid-19 di Ternate

Warga Akehuda dan Tabam Reaktif Rapid Test Hasil Kontak 5 Kasus di Ternate

Ia menyebutkan, sejak diberlakukan patroli malam sebelum Ramadan 1441 Hijriah, hingga saat ini pun masih ditemukan banyak warga berkerumunan dan keluar rumah tanpa masker.

“Padahal sosialisasi terkait upaya pencegahan virus Corona Covid-19 ini terus dilakukan. Bahkan setiap malam kami lakukan patroli rutin, tetap saja masih banyak yang pahe (bandel),” ujar Jufri, ketika disambangi usai menggelar patroli, Selasa malam, 28 April.

Ia menyebutkan, semenjak patroli malam dilakukan tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate, sudah terdapat 400 lebih warga yang dibina. Mereka seluruhnya diamankan di wilayah kelurahan Kecamatan Ternate Utara, Tengah, dan Kecamatan Ternate Selatan.

“Untuk awal Ramadan ini sudah 200 orang lebih yang kami amankan saat patroli. Warga ini kami temukan di depan rumah, di pangkalan (tempat nongkrong) dan di jalan,” ujar Jufri.

Seluruh warga yang masih abai dengan protokol pencegahan Covid-19 itu kemudian diangkut dengan mobil patroli menuju posko gugus tugas Covid-19 untuk dibina dan diberikan edukasi terkait pencegahan virus.

“Setelah itu kami data dan kemudian suru keluarganya datang jemput. Kalau sampai kedapatan yang kedua kalinya maka langsung dibawa ke Polres Ternate,” jelas Jufri.

Yang Malawang Ini Hukumannya

Kompol Jufri Dukomalamo. (Hairil Hiar)

Kompol Jufri mengemukakan, bagi warga yang kedapatan kedua kalinya akan dibotakin kepalanya. “Ini supaya ada efek jera. Kalau tidak (dilakukan seperti ini) maka warga masyarakat ini pahe (bandel alias malawang dalam bahasa Ternate),” lanjut Jufri.

Ia menyatakan, bagi warga yang ditemukan berkumpul di depan rumah lebih dari lima orang langsung diangkut ke posko gugus tugas.

“Begitu juga dengan warga yang duduk di pangkalan dan main domino, kalau kedapatan langsung diangkut petugas patroli,” katanya.

Ia mengajak warga masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19. Salah satunya dengan mematuhi panduan pencegahan virus tersebut.

“Mari kita secara bersama memutus mata rantai penyebaran wabah ini, dengan tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yang sudah dianjurkan. Ini kenapa dilakukan, karena masyarakat ini garda terdepan, supaya virus Corona ini cepat berakhir,” tutupnya.

BAGIKAN