296 Warga Roko Halmahera Mengungsi Setelah Rumah dan Sekolah Ambruk

  • Bagikan
Warga Desa Roko yang dievakuasi. (Apriyanto Latukau)

Sebanyak 3 unit rumah, sekolah dan jembatan di Desa Roko, Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara ambruk terseret banjir, Sabtu 16 Januari 2021.

“Musibah ini mengakibatkan 296 jiwa diungsikan ke tempat aman,” kata Kepala Markas PMI Halmahera Utara, A Rahman Tjereni, kepada kieraha.com, Minggu siang.

BACA JUGA

485 Warga Korban Banjir di Bailengit Halmahera Dievakuasi ke Desa Kai

Ratusan warga yang dievakuasi ke lokasi pengungsian wilayah dataran tinggi ini terdiri dari tujuh bayi, 41 anak-anak, delapan ibu hamil, 21 orang lansia dan 219 dewasa.

“Seluruhnya dievakuasi ke Gereja Desa Duma, Kecamatan Galela Barat,” jelas A Rahman.

Ia mengemukakan, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Galela, Koramil, dan Relawan PMI dibantu oleh pemerintah desa, mengevakuasi warga ini pada Minggu dini hari pukul 01.00.

“Evakuasi ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan karena masih terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” lanjut Kapolsek Galela, Ipda Angga Perdana, Minggu siang.

Koordinator Tim Evakuasi Korban Banjir itu menuturkan, saat ini warga Desa Roko membutuhkan bantuan obat-obatan, selimut, terpal, kelengkapan bayi dan makanan.

Penyebab Banjir

Angga menyebutkan, banjir yang terjadi disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi. Ini membuat air Sungai Tiabo jalur lintasan Roko meluap dan masuk ke desa.

“Air sungai meluap dan rumah warga yang berada di pinggiran kali tergesek oleh banjir dan akhirnya ambruk dibawa banjir,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun dampak dari banjir merusak tiga unit rumah warga, satu sekolah, dan jembatan penghubung RT 4 dan 3.

“Jembatan ini terendam air setinggi 10 meter, sehingga warga RT 4 terisolasi, namun seluruh warga RT ini sudah berhasil dievakuasi,” tambahnya. (kr1) **

Apriyanto Latukau

  • Bagikan