oleh

Hutan Ditebang Jadi Penyebab Banjir Galela dan Kao di Halmahera Utara

Bencana banjir dan longsor di wilayah Halmahera Utara pasca hujan deras 16 Januari 2021 membuat 3.228 jiwa mengungsi dari rumah untuk mencari tempat yang aman.

Selain itu membawa kerugian secara material mencapai senilai Rp 9.000.930.500. Jumlah ini meliputi kerusakan lahan perkebunan petani dan rumah di Galela dan Kao Barat.

BACA JUGA

296 Warga Roko Halmahera Mengungsi Setelah Rumah dan Sekolah Ambruk

Panen Kelapa di Halmahera Tersapu Banjir hingga Memutus Akses Jalan

“Ini terdiri dari perkiraan kerusakan Rp 9,681 miliar dan kerugian materi Rp 249 juta dengan jumlah total sebesar Rp 9.000.930.500. Ini tidak termasuk jembatan putus karena jembatan itu wilayah jalan Dinas PU Provinsi Maluku Utara,” kata Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Abner Manery, ketika dikonfirmasi kieraha.com, Selasa 19 Januari 2021, pukul 10.00 WIT.

Abner mengatakan bencana banjir ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya trauma dari warga yang tinggal dekat kali atau sungai.

Hutan Ditebang Penyebab Banjir

Abner mengemukakan, wilayah Halmahera Utara belum pernah mengalami banjir parah seperti awal bulan Januari ini. Baru pertama kali terjadi air meluap masuk ke rumah.

Ia menyatakan, penyebab banjir ini akibat hutan ditebang di wilayah dataran tinggi. Karena itu warga diimbau untuk tidak menebang pohon sembarangan di hutan.

“Banjir begini baru pertama. Sebelumnya di wilayah Kabupaten Halmahera Utara tidak pernah. Padahal curah hujan dengan intensitasnya tidak seberapa, kejadiannya sangat cepat. Hujan saat sore hingga malam hari langsung air meluap ke desa,” jelasnya.

Warga Memilih Pulang ke Rumah

Abner menyebutkan, warga korban banjir sejak Senin malam, sekitar pukul 21.00 WIT sudah kembali ke rumah masing-masing. Warga memilih pulang membersihkan rumah.

“Kita sudah tahan karena kondisi begini (bencana), tapi beginilah warga. Mereka mau cepat kembali ke rumah. (Pengungsi) untuk wilayah Kecamatan Kao Barat semua sudah kembali sejak Senin malam. Saat ini tinggal warga dari Roko, Galela Barat, yang mengungsi di Desa Duma. Untuk lainnya mengungsi di rumah keluarganya,” ujarnya.

Abner berharap, kepada warga untuk selalu berikhtiar apabila terjadi hujan lebat dengan waktu yang lama. Tetap melakukan aktivitas namun selalu waspada saat hujan melanda.

Bagikan Kabar Anda