Sentra Olahan Kedelai Resmi Dikembangkan di Desa Soligi Halmahera Selatan

Salah seorang warga Desa Soligi tengah menunjukkan produk tempe olahan Sentra Produksi Rute, Sabtu 17 September 2022. (kieraha.com)

Pemerintah Desa Soligi secara resmi mengembangkan komoditas kedelai untuk dijadikan tempe dan tahu. Kedelai yang dikembangkan ini berkat dukungan dan kerjasama dari perusahaan Harita Nickel, di Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan. Program PPM yang memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di tiga dusun Desa Soligi melalui Rumah Usaha Tangguh Ekonomi atau Rute ini, secara resmi diterjunkan Sabtu, 17 September.

Usaha kedelai yang dikembangkan ini menargetkan bisa mensuplai setiap bulannya 80.000 potong tempe dan tahu untuk mencukupi kebutuhan konsumsi karyawan Harita Nickel.

BACA JUGA Cerita Srikandi Lingkungan Desa Pesisir Halmahera Timur

Latif Supriadi, Head of Community Affairs Harita Nickel menyatakan, program Rute akan menjadi sentra olahan pangan berbahan baku kedelai hulu-hilir pertama di Halmahera Selatan. Menurut Latif, Rute memiliki potensi pemasaran yang sangat tinggi dengan pasar utama adalah perusahaan katering di lingkungan Harita Nickel.

“Setiap bulan, setidaknya ada dua vendor katering di Harita Nickel, yakni PT GDSK dan PT Aden yang membutuhkan tahu dan tempe sekitar 80.000 potong. Dengan kebutuhan sebanyak itu potensi keseluruan omset yang bisa diraih Rute bisa mencapai Rp 330 juta per bulan,” sebut Latif, dalam rilis yang diterima kieraha.com, Senin sore Waktu Indonesia Timur.

Latif menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen keberlanjutan dari Harita Nickel. Sebelumnya Harita Nickel melakukan pendampingan serta penanaman perdana budidaya kedelai di lahan seluas 2 hektare pada 21 Juli 2022 lalu.

“Saat ini ada 14 ibu rumah yang menjadi tim penggerak Rute yang mewakili tiga dusun di Desa Soligi. Tagetnya setelah berproduksi sebanyak-banyaknya, program ini bisa melibatkan warga sesuai mekanisme Rute,” lanjut Latif.

Dukungan Harita Nickel untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat atau PPM ini adalah pembentukan dan penguatan kelembagaan, memberikan peralatan produksi tahu dan tempe, pelatihan pembuatan tahu dan tempe, manajemen produksi dan akses pasar serta demplot budidaya tanaman kedelai.

“Rute akan berfokus pada pengoptimalan komoditas kedelai, sehingga produk yang dihasilkan pun masih seputar olahan kedelai, mulai dari tahu, tempe hingga susu,” ujarnya.

Ini kata Latif, didasari dengan kebutuhan pangan dari kedelai untuk konsumsi karyawan Harita Nickel yang cukup tinggi. Sementara untuk suplainya sendiri sejauh ini masih tergolong terbatas.

“Dan ini menjadi salah satu bagian strategi program One Village One Product (OVOP) yang dikembangkan Harita Nickel,” sambung Latif.

Koordinator Rute Rusman Baharudin, menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat khususnya Harita Nikel, dengan adanya program Rute yang saat ini menyentuh Desa Soligi.

“Dengan adanya program Rute ini masyarakat mendapatkan banyak hal positif, terutama soal keterampilan dan kewirausahaan,” kata Rusman.

Ia berharap, program Rute bisa membawa perubahan yang signifikan untuk Desa Soligi dalam berbagai lini kehidupan dan bisa terus memberikan manfaat ke masyarakat desa.

Dalam acara peresmian Rute, Harita Nickel juga turut menghadirkan perwakilan dari PT GDSK dan PT Aden, selaku vendor katering yang bekerja sama dengan perusahaan.

Badri Bakhtiar, perwakilan PT GDSK menyebutkan bahwa saat ini kebutuhan bahan pangan tahu dan tempe yang diolah GDSK didatangkan dari luar Obi dan kualitasnya sudah tidak terlalu bagus ketika sampai di site. Bakhtiar berharap agar secepat mungkin bisa bekerja sama dengan Rute dan kelompok Rute diharapkan bisa memasok produk tahu dan tempe yang berkualitas bagus.

Ronny, perwakilan dari PT Aden menambahkan, PT Aden juga siap bekerja sama dengan kelompok Rute untuk menerima pasokan kebutuhan tahu dan tempe setiap bulannya.

Stevi Thomas, Head of External Relations Harita Nickel menyatakan, program PPM ini merupakan salah satu implementasi dan kepatuhan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kebijakan-kebijakan global seperti penerapan Sustanaible Development Goals.

Menurut Stevi, Harita Nickel akan terus berupaya mendorong masyarakat di sekitar operasional Harita Nickel dalam rangka peningkatan dan pengembangan ekonomi sehingga bisa meningkatkan tarap hidup ekonomi warga.

“Harita Nickel akan selalu mendukung penuh masyarakat melalui program PPM yang terarah dan untuk Program Rute di Desa Soligi ini pendampingan dilakukan melalui peningkatan keterampilan serta pendampingan produksi sampai pemasaran produk,” tambahnya. *