Aktivitas Perikanan Merusak Laut Halmahera Marak Terjadi tak Dilihat Petugas

Avatar photo
Ikan mati di laut Perairan Ternate. (Kieraha.com)

Aktivitas perikanan merusak ekosistem laut menggunakan bom masif terjadi di laut Perairan Loloda Kepulauan, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Aktivitas pengeboman ikan alias destructive fishing ini sudah berlangsung lama dan semakin menjadi sejak setahun terakhir.

BACA JUGA Illegal Fishing Ancaman Nelayan Kecil di Maluku Utara

Warga Loloda Kepulauan melaporkan, dalam sehari terjadi tiga kali kasus destructive fishing di perairan setempat. Ini teramati mulai tanggal 30 April 2022 – 5 Mei 2022.

“Kami selalu melakukan pengejaran namun mereka (pelaku pengebom ikan) berhasil kabur,” kata Kasim Lila, warga Desa Tobo Tobo, Kecamatan Loloda Kepulauan.

BACA JUGA  JCH Kloter 15 asal Ternate Tiba dengan Selamat di Jeddah

Ia mengatakan, pelaku pengebom ikan ini datang berkelompok. Dalam sehari dua sampai tiga unit perahu jenis fiber menyasar laut Desa setempat hingga Pulau Doi di Desa Dama.

“Belum ada tindakan apa-apa dari aparat maupun dari petugas DKP (sejak setahun terakhir),” lanjut Kasim.

Ajhar Dodego, Ketua Kerukunan Keluarga Loloda Maluku Utara meminta, Polairud Polda Malut dan Polres Halmahera Utara segera mengambil tindakan memberantas kejahatan pengemoman ikan tersebut. Ia juga meminta TNI Angkatan Laut untuk dapat membantu.

“Karena tindakan ini sangat mengancam ekosistem laut di sini,” sambung Ajhar.

Ia menyatakan, Perairan Loloda Kepulauan tak hanya menjadi primadona para pelaku pengebom ikan, namun di perairan tersebut juga marak terjadi kasus Illegal Fishing.

BACA JUGA  Polda Metro Ciduk Tiga PNS Pemprov Maluku Utara di Jakarta

“Ini selalu terjadi karena lemahnya pengawasan dari pemerintah,” tambahnya. *