Gempabumi Guncang Halmahera Utara Dirasakan di Galela hingga Manado

Avatar photo
Ilustrasi gempa. (Foto Pixabay.com)

Gempabumi Magnitudo 5,3 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Maluku Utara, Selasa 3 Agustus 2021, pukul 00.04 WIT.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ternate, Andri Wijaya Bidang menyebutkan, gempa yang berlokasi di laut pada jarak 72 km arah Barat Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara pada kedalaman 112 km ini tidak berpotensi tsunami.

BACA JUGA Air Danau Galela Halmahera Utara Tercemar

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik mendatar (oblique thrust fault),” jelas Andri, di Ternate, Selasa dinihari WIT.

Andri menyebutkan, dampak gempabumi ini dirasakan di Galela, Halmahera Barat hingga Siau dengan skala II sampai III MMI, serta dirasakan di Minahasa Utara, Bolaang Mongondow Timur, Manado, Bitung, Sangihe dengan skala II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang serta benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa,” lanjut Andri.

Rekomendasi

Andri mengimbau, kepada masyarakat di wilayah setempat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal sebelum kembali kedalam rumah,” sambungnya. *

Apriyanto Latukau