Nasib Warga Halmahera Selatan Saat Ombak Harus Lalui Jalan Rusak Tanpa Jembatan

Avatar photo
Akses jalan aspal di Pulau Makean. Kondisi jalan ini terdapat di Desa Samsuma menuju Desa Peleri. (Kieraha.com/Hairil Hiar)

Warga Makean Luar, Pulau Makean, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, membutuhkan perhatian pemerintah dalam menyediakan infrastruktur jembatan dan jalan darat.

Akses jembatan penghubung jalan darat dari dan ke wilayah desa di Kecamatan Makean Barat ini, sampai sekarang sangat memprihatinkan. Pembangunan infrastruktur jalan darat yang sudah dilakukan pengaspalan pun sebagian besar rusak setelah selesai dikerjakan.

BACA JUGA Warga Halmahera Selatan Hilang Saat Mudik Lebaran Ditemukan Meninggal

Kondisi ini memaksakan warga Makean Luar yang ke Makean Dalam harus menikmati jalan yang dibangun dengan APBD tersebut. Kebanyakan warga yang melewati akses jalan ini untuk menyeberang ke Pulau Ternate dan Bacan melalui dermaga speedboat dan Pelabuhan Ferry di Makean Dalam.

BACA JUGA  Direktur PT Adidaya Tangguh Bantah Beri Uang ke Terdakwa Suap AGK

“Warga yang lewat jalan ini kalau saat ombak pantai. Wilayah pesisir desa di sini (Makean Luar), kalau ombak itu speedboat dan motor laut tidak bisa sandar. Ini yang memaksakan kami yang menyeberang bawa motor (kendaraan roda dua) ke Ternate dan Bacan harus lewati jalan darat ke dermaga dan pelabuhan yang ada di Makean Dalam,” ujar Amru, warga Tagono, Rabu 4 Mei 2022.

Akses jalan rusak dan terjal tanpa jembatan ini mahal harganya. Ini saat menuju Pelabuhan Ferry, di Tanjung Pawate Makean Dalam, harus mengelurkan uang Rp 100.000 bayar ojek.

“Kami tidak butuh banyak, yang penting ada jembatan, alhamdulillah. Supaya akses warga ke Makean Dalam bisa lebih mudah. Juga harga ojek bisa turun jadi Rp 40 ribu,” lanjutnya.

BACA JUGA  Eks Gubernur Maluku Utara Bantah Kesaksian Eliya Soal Main Perempuan

Dari Masa ke Masa

Keberadaan infrastruktur ini, teramati sudah berlangsung dari masa ke masa, baik DPRD yang mendulang suara lewat Dapil Pulau Makean ini maupun kepemimpinan di eksekutif. Mulai dari Gubernur Thaib Armayin dua periode sampai Gubernur Abdul Gani Kasuba saat ini. Bahkan dari masa Bupati Muhammad Kasuba sampai Bahrain Kasuba hingga Usman Sidik saat ini, kondisi jembatan dan jalan di pulau kecil ini belum tersentuh dengan baik.

“Untuk bupati sekarang, Pak Usman ini kan baru bangun di Makean Dalam. Cuma kita tidak tahu apakah pembangunan ini sampai di situ saja atau berlanjut secara merata di Pulau Makean. Karena yang kita harapkan supaya ada pemerataan dalam pembangunan jembatan dan jalan di Pulau Makean ini. Terutama soal jembatan penghubung jalan,” sambungnya. *

BACA JUGA  Direktur PT Adidaya Tangguh Bantah Beri Uang ke Terdakwa Suap AGK

Akbar Amin

Ikuti berita tv kieraha di Google News