Kadispar Malut Angkat Bicara Soal Bantuan Meja dan Kursi di Tugulufa Tidore

Avatar photo
Tahmid Wahab. (kieraha.com)

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Tahmid Wahab angkat bicara tentang masalah proyek pengadaan barang berupa meja dan kursi bagi pedagang kuliner, di kawasan Pantai Tugulufa, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan.

Tahmid menuturkan, proyek pengadaan itu dalam bentuk penunjukan langsung atau PL dengan nilai sebesar Rp 200 juta lebih. Proyek bantuan untuk pedagang itu, kata Tahmid, tidak termuat dalam APBD Malut TA 2022. Yang ada, lanjut Tahmid, dianggarkan pada APBD Tahun Anggaran 2021.

“Proyek pengadaan barang untuk pedagang pada tahun anggaran 2022 itu di Pantai Wisata Doe-Doe Guraping. Sedangkan proyek pengadaan barang berupa meja dan kursi bagi pelaku kuliner di Tugulufa itu adalah proyek tahun anggaran 2021,” jelasnya, kepada wartawan, Selasa 14 Maret 2023.

BACA JUGA  Polda Metro Ciduk Tiga PNS Pemprov Maluku Utara di Jakarta

Ia menuturkan, Dinas Pariwisata atau Dispar Provinsi Malut memiliki kegiatan yang padat karena diberi tanggung jawab sebagai Ketua Harian Sail Tidore. Sehingga, kata Tahmid, pihaknya membagi tugas untuk kegiatan fisik maupun non fisik yang berkaitan dengan Sail tersebut.

Karena itu, lanjut Tahmid, ia mempercayakan Sekretaris Dispar Malut Jumati Do Usman untuk mengurusi bantuan meja dan kursi. Karena kebetulan, Jumati merupakan orang Tidore dan anaknya memiliki kedai kuliner di Pantai Tugulufa. Jumati diminta untuk menginventarisir lapak dan pedagang kuliner yang ada di Tugulufa agar dibantu kursi dan meja.

“Dalam perkembangannya, saya cek kembali, dan memang bantuannya ada dan tidak ada masalah. Tapi tiba-tiba berapa hari ini ada berita tentang masalah distribusi bantuan. Soal pendistribusian dan hal lain itu saya tidak bisa berkomentar jauh. Jangan sampai saya salah lagi, jadi soal pendistribusian bisa langsung ke Pak Sek,” ucap Tahmid.

BACA JUGA  Kejati Maluku Utara Periksa Mutiara Yasin Ali Soal Dugaan Korupsi

Selaku kepala dinas, Tahmid menyatakan, proyek bantuan meja dan kursi dilaksanakan berdasarkan berita acara serah terima dari pihak ketiga ke Dinas termasuk dokumentasi-dokumentasinya. Bahkan, menurut Tahmid, pernah mengecek langsung dan ditemukan ada barang yang sudah diterima.

“Jadi saat itu saya anggap sudah tidak ada masalah. Tapi tiba-tiba ada berita bahwa penyaluran itu bermasalah. Jadi saya tidak di posisi A atau posisi B, saya tetap pada posisi mengklarifikasi saja,” katanya.

Tahmid mengatakan bahwa saat itu, Sekretaris Dispar Jumati Do Usman mengakui kalau bantuan meja dan kursi bagi pedagang kuliner sudah disalurkan.

BACA JUGA Dugaan Korupsi Bantuan Meja dan Kursi Dispar Malut di Tidore

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Ikut Rakornas Pengawasan Internal BPKP RI

“Namun ada yang belum tersalurkan karena kedai atau lapak yang didatangi sedang tutup,” tambahnya.

Dengan adanya keluhan dari para pedagang setempat, lanjut Tahmid, dalam waktu dekat akan meninjau langsung lokasi Tugulufa dalam rangka mengecek kembali bantuan tersebut. *

Ikuti juga berita tv kieraha di Google News