Minta Uang ala Eks Gubernur Maluku Utara Pakai Kode Daun “Pepaya dan Kelor”

Avatar photo
Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir dan Kepala Inspektorat Nirwan MT Ali saat dihadirkan JPU KPK RI sebagai saksi suap Gubernur Abdul Gani Kasuba di Pengadilan Tipikor Ternate, Rabu 5 Mei 2024/Khaira Ir Djailani/kieraha.com

Gubernur Abdul Gani Kasuba punya kode khusus saat meminta sejumlah uang kepada pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Kode minta uang ala gubernur dua periode ini terungkap dalam persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ternate, Kelurahan Stadion, Ternate Tengah, Rabu 5 Juni 2024.

Sidang kasus suap dengan Terdakwa Abdul Gani Kasuba ini menghadirkan empat orang saksi. Mereka adalah Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir, Kepala Inspektorat Nirwan MT Ali, Sekretaris Bappelitbang Ridwan Hasbur Baha, dan Suhardison A Halim salah satu kontraktor.

Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir yang saat itu menjabat Sekda Provinsi Malut dihadapan hakim menyebutkan, pernah memberikan sejumlah uang kepada Terdakwa Abdul Gani Kasuba.

Pemberian uang dari Samsuddin kepada Terdakwa Abdul Gani Kasuba dilakukan secara bertahap. Baik melalui Sespri maupun diberikan secara langsung.

Menurut Samsuddin, uang yang diberikan mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 25 juta.

“Setiap bulan Rp 15 juta dan jika ditotalkan selama 4 tahun maka jumlahnya senilai Rp 369 juta,” katanya.

Nirwan MT Ali, Kepala Inspektorat Malut, dalam kesaksiannya mengaku, sempat diminta uang oleh Gubernur Abdul Gani Kasuba menggunakan kode daun.

“Saya diminta itu menggunakan kode daun, seperti nilai Rp 65 juta dengan kode daun kelor. Kalau Rp 50 juta maka kodenya daun pepaya,” sebut Nirwan dihadapan Majelis Hakim.

Meski begitu, menurut Nirwan, kalau dirinya belum menyanggupi permintaan Terdakwa karena keterbatasan anggaran.

Dua saksi lainnya yang dihadirkan oleh JPU KPK RI ini pun mengutarakan hal serupa. Semuanya masih seputar pemberian uang ke Terdakwa Abdul Gani Kasuba. *