Gerindra Maluku Utara Minta Maaf Soal Masalah Wahda Z Imam

  • Bagikan
Ketua DPD Gerindra Sahril Tahir. (Kieraha.com)

Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Partai Gerindra Maluku Utara angkat bicara terkait masalah yang melibatkan Wahda Zainal Imam selaku salah satu kader Partai Gerindra.

Wahda yang merupakan Anggota DPRD Maluku Utara terekam melakukan perbuatan tak pantas, terhadap salah satu petugas polisi dari Satuan Lalulintas Polres Ternate yang sedang menjalankan tugas mengatur arus lalu lintas di jalan kawasan Kampung Pisang.

BACA JUGA Penyebab Oknum Pimpinan DPRD Maluku Utara Dipolisikan di Ternate

Ketua DPD Gerindra Sahril Taher menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Wahda Z Imam. Seharusnya hal tersebut tidak terjadi jika kedua belah pihak mampu berkomunikasi dengan baik.

“Apalagi, saat peristiwa itu terjadi, polantas sedang melaksanakan tugas penertiban lalu lintas. Yang kita tahu bersama pada saat sore hari di bulan Ramadan ini, arus lalu lintas di Ternate cukup padat. Sehingga petugas polantas tersebut melaksanakan tugasnya agar aktivitas pengendara bisa berjalan lancar dan warga yang ingin berbuka puasa dapat tiba di rumah dengan tepat waktu,” ucap Sahril, di Ternate, Minggu malam.

Adanya insiden ini, Sahril mengucapkan permintaan maaf kepada Kapolda Malut dan Kapolres Ternate beserta jajaran, terutama terhadap Anggota Polantas Brigpol Muis.

“Kami juga akan menjadwalkan pertemuan dengan Pak Kapolda dan Pak Kapolres Ternate untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung,” lanjut Sahril.

BACA JUGA Penyebab Oknum Pimpinan DPRD Maluku Utara Dipolisikan di Ternate

Ia menyatakan, dalam waktu dekat akan membuat surat teguran terhadap Wahda.

“Ini supaya Wahda Zainal Imam tidak mengulangi perbuatannya. Sebab, di pundak Wahda ini melekat dua jabatan, yaitu Anggota DPRD Malut dan Wakil Ketua DPRD Malut, sehingga harus menjadi panutan bagi masyarakat. Kita harus bantu polisi untuk hal-hal tersebut. Kita harus bantu polantas dalam menertibkan arus lalu lintas. Berapa ribu polisi tak akan mampu menuntaskan masalah kemacetan lalu lintas jika tidak ada kesadaran dari kita,” tambahnya.

Mendukung Proses Hukum

Sahril menyatakan, Partai Gerindra Maluku Utara mendukung sepenuhnya dan menghargai proses hukum atau penyelidikan kasus yang sedang berlangsung pasca insiden tersebut.

“Ini negara hukum. Siapapun yang melanggar hukum harus diproses. Siapapun itu harus tunduk dan taat terhadap undang-undang yang berlaku,” sambungnya. *

Apriyanto Latukau

  • Bagikan