Penemuan Buaya di Perairan Ternate Kembali Gegerkan Warga

  • Bagikan
Ilustrasi penangkapan buaya. (Liputan6.com)

Warga Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, kembali dikejutkan dengan seekor buaya. Hewan reptil sepanjang 1 meter ini muncul tiba-tiba di laut perairan setempat.

Hewan ini pertama kali dilihat oleh Bate, salah satu warga yang sedang menjaring ikan di laut kasawan perairan lingkungan RT001 Kelurahan Kastela, sekitar pukul 03.40 WIT.

BACA JUGA Sejarah Bentukan Lava Batu Angus di Pulau Ternate

Bate kemudian memberitahukan kepada warga lainnya untuk menangkap buaya tersebut.

Upaya pengejaran seekor buaya ini pun dilakukan hingga akhirnya buaya berhasil ditangkap.

Risdianto Asky, warga Kelurahan Kastela menyebutkan, penemuan buaya ini sudah terjadi berulang kali. Sebelumnya juga terdapat seekor buaya yang ditangkap di pesisir Jambula.

“OPD tekait harus memonitoring keberadaan hewan reptil ini, karena apabila air laut sedang surut, warga di sini sering mencari ikan dan juga anak-anak sering bermain di pantai,” ucap Risdianto, ketika disambangi kieraha.com, di pesisir Pantai Kastela, Senin sore, 26 Juli 2021.

Warga Diminta Waspada

Risdianto berharap, adanya perhatian pemerintah terkait dengan kemunculan hewan reptil ini, karena jangan sampai kemunculan hewan ini justru menimbulkan korban bagi warga.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ternate BKSDA Maluku, Abas Hurasan mengimbau, warga masyarakat agar waspada terhadap buaya yang sering muncul akhir ini di wilayah pesisir.

“Kemunculan buaya ini kita juga tidak tahu mulainya sejak kapan, sehingga bagi warga yang melihat kemunculan hewan reptil ini agar lebih berhati-hati dan waspada,” ucap Abas.

BACA JUGA Legenda di Balik Kuburan Masal Danau Tolire Ternate

Menurut Abs, kemunculan buaya yang sering ditemukan ini kemungkinan disebabkan oleh habitatnya yang bertambah. Karena itu, bagi warga yang melihatnya agar segera melaporkan ke Petugas Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Maluku di Kelurahan Akehuda, Ternate Utara.

“Ini supaya ditangkap dan direlokasi ke habitat yang lebih jauh dari pemukiman,” tambahnya.

Sahrul Jabidi

  • Bagikan