Seorang Pria Mabuk di Ternate Buka Celana di Teras Masjid Dihajar hingga Babak Belur

  • Bagikan
Pria yang diamankan di Polsek Selatan. (Sahrul Jabidi)

Seorang pria berusia sekitar 45 tahun inisial RB diamuk massa, di Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, Kamis malam (2/9/2021), sekitar pukul 19.00 WIT.

Pria asal Makassar yang tinggal di Kelurahan Tarau ini dihajar karena diduga mengganggu ketertiban umum. Ia mabuk minuman keras dan melakukan perbuatan tercela pada saat jemaah Masjid Raudatul Murtasidin sedang berzikir.

Kapolsek Ternate Selatan Ipda Suherman menyatakan, berdasarkan keterangan saksi Fahran Kadir bahwa pelaku ini berdiri di teras masjid dan mencoba melepas celana. Pada saat pelaku beraksi bertepatan dengan jemaah yang sedang melaksanakan zikir.

Melihat tindakan tersebut, saksi beserta salah satu jemaah bernama Adi mendekati pelaku dan mempertanyakan alasan pelaku membuka celana.

“Pelaku kemudian mengatakan bahwa semut masuk ke dalam celana, sehingga gatal dan mencoba menggaruk bagian dalam celananya,” ucap Iptu Suherman, di Kantor Polsek Selatan, Jumat dinihari.

Suherman menjelaskan, melihat tingkah pelaku tersebut, saksi beserta rekannya itu menaruh curiga dan kembali bertanya kepada pelaku.

“Karena tidak puas dengan kesaksian pelaku, saksi dan rekannya menggeledah pelaku dan menemukan pisau (badik) di pinggang pelaku. Aksi penggeledahan ini mendapat perlawanan dari pelaku. Kemudian saksi dan rekannya memanggil jemaah masjid dan berkumpul kemudian menimbulkan keributan sehingga memukul dan mengeroyok pelaku,” sambungnya.

Ia menambahkan, warga kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa dan petugas piket SPKT Polsek Ternate Selatan untuk mengamankan pelaku.

BACA JUGA Pengakuan Kota Jaringan Global Magellans bagi Tidore

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Ternate Selatan dengan barang bukti yang diamankan 1 unit sepeda motor dengan nomor polisi DG 2461 KN, 1 unit hp, uang tunai senilai Rp 9.550.000, 1 buku catatan, 1 buah dompet warna hitam, 1 pisau beserta sarung, dan KTP milik pelaku.

“Sebelum dilakukan pemeriksaan, pelaku terlebih dahulu dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan karena pelaku masih dalam keadaan mabuk dan mengalami luka akibat pemukulan dari warga,” tambahnya.

Sahrul Jabidi

  • Bagikan