Koalisi Pemberantasan Korupsi atau dengan sebutan KPK Maluku Utara, menanggapi balik pernyataan Wakil Manager Malut United.
Sebelumnya Wakil Manager Malut United, Asghar Saleh, menyatakan pembelian lahan untuk Training Ground di Kelurahan Sango murni investasi dari Malut United dan untuk kepentingan pengembangan sepakbola di Malut.
Pernyataan Asghar ini menyusul demonstrasi yang dilakukan lembaga tersebut pada Kamis, 12 Juni 2025.
Massa aksi dalam kesempatan itu mendesak pihak Kejaksaan Tinggi untuk memeriksa Sekda Ternate Rizal Masaoly dan Kepala BP2RD Jufri Ali dalam pengelolaan pajak hiburan khususnya sewa lapangan Gelora Kie Raha.
Hal itu karena menurut massa aksi bahwa pengelolaan pajak hiburan ini tidak ada transparansi penggunaan dana sewa Stadion GKR yang saat ini katanya masih milik Pemda Halmahera Barat.
Koordinator KPK Malut Alimun Nasrun menyampaikan tanggapan ataupun klarifikasi terkait dengan pernyataan Wakil Manager Malut United Asghar Saleh. Pihaknya menganggap pernyataan Asghar keliru.
“Kami kira pernyataan Asghar sangat tendensius serta provokatif kepada kami. Harus dibedakan antara klub Malut United dan perusahaan yang menaungi Malut United dalam pembangunan Training Ground dan renovasi Stadion Gelora Kie Raha,” ucap Alimun, melalui keterangan tertulis, Minggu malam, 15 Juni 2025
Lanjut Alimun menyebutkan bahwa aksi mereka terkait dugaan keterlibatan Sekda Kota Ternate dalam izin pembebasan lahan, bukan pembelian lahan dan renovasi Stadion GKR.
“Jadi bukan soal dana renovasi Stadion GKR dan Pembangunan Training Ground Malut United yang kami persoalkan. Kami mendukung dan selalu mensupport Malut United untuk memiliki stadion sendiri agar terus berprestasi, baik di Liga 1 Indonesia maupun Champions Asia dan membanggakan kami masyarakat Maluku Utara,” sebut Alimun.
Menurutnya, dalam aksi yang dilakukan, ada sebagian pihak yang ingin membenturkan mereka dengan pencinta sepak bola dalm hal ini klub Malut United, serta dituduhkan merugikan pihak-pihak tertentu. Tentu, kata dia, ini aneh, karena Malut United adalah klub sepakbola kebanggaan mereka juga.
Akan tetapi, kata Alimun, ada permasalahan yang harus didudukkan secara bersama agar tidak terjadi masalah di kemudian hari yang dapat merugikan Malut United. *





