Tidore  

Temuan Keramik di Perairan Tidore Diduga Kuat Peninggalan Bangsa Eropa

Prosesi penyerahan hasil riset. (Dok istimewa/kieraha.com)

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP RI, melakukan penyerahan poster dan replika Kapal Trinidad serta hasil riset dari muatan kapal tenggelam kepada Pemkot Tidore, di Museum Sonyinge Malige, Sabtu, 4 Desember 2021.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Yakub Husain, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, rasa hormat dan apresiasi kepada Kepala Pusat Riset Kelautan serta Kepala Loka Riset dan Kerentanan Pesisir, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan SDM KKP yang telah melakukan riset terkait dengan situs-situs sejarah bawah air di laut Tidore.

BACA JUGA Kejayaan Cengkih Pulau-Pulau di Bawah Angin yang Hilang

“Kami menyampaikan penghargaan atas segala usaha dan jerih payah yang sudah dilakukan. Terima kasih telah dibuatkan galeri foto untuk ditempatkan di museum yang dilengkapi dengan narasi sejarahnya. Pemberian replika Kapal Trinidad dan hasil riset artefak berupa gerabah dan keramik ini akan kami tempatkan di Museum Sonyige Malige Soasio, dan selanjutnya akan dikelola oleh Pemerintah Kota Tidore,” tutur Yakub, mewakili wali kota.

Ia menyebutkan, Kota Tidore merupakan salah satu titik ditemukannya sejumlah artefak. Peninggalan ini diduga kuat kaitannya dengan sejarah Bangsa Eropa mengelilingi dunia.

“Semoga hasil riset yang diangkat dan diserahkan (oleh Badan Riset dan SDM KKP RI) ini dapat bermanfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” lanjut Yakub.

BACA JUGA Pengakuan Kota Jaringan Global Magellans bagi Tidore

Usai penyerahan ini dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi “Mari Jaga Warisan Budaya Kita” dan dilanjutkan dengan penayangan video bawah air serta peninjauan sejumlah lokasi situs sejarah di Kelurahan Soasio. Lokasi ditemukannya situs artefak peninggalan kapal yang titik koordinatnya berada di Perairan Tidore ini, diantaranya Perairan Tongowai, Tidore Selatan dan di depan Benteng Tahula, Kecamatan Tidore.

I Nyoman Raidiarta, Kepala Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM KKP berharap, hasil riset yang mengangkat kekayaan bawah laut di Perairan Tidore dapat memberikan informasi dan memperkaya khazanah budaya maritim dan pengetahuan masyarakat umumnya. *