Tidore  

Kematian Misterius IRT di Trans Maidi Tidore Minta Diusut Tuntas

Avatar photo
Sunarjo Mahmud (bagian kanan).

Warga Trans Maidi, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara meminta pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas penyebab kematian Zainap di Desa Maidi.

Ibu rumah tangga berumur 33 tahun yang ditemukan tewas tergeletak di kebun belakang pekarangan rumah pada 16 Oktober ini dinilai tidak wajar.

BACA JUGA Pembangunan Bandara Sultan Nuku di Loleo Masuk Ranperda RTRW Tidore

Menurut keterangan saksi dari keluarga korban bahwa saat almarhum ditemukan, terdapat luka lebam di bagian belakang (punggung) dan luka bolong di bagian pipi kiri dan kanan.

“Kematian ibu ini sudah dilaporkan ke Polsek Oba. Namun belum ada titik terang dari hasil penyelidikan,” kata Sunarjo Mahmud, Kepala Dusun Transmigrasi Desa Maidi, kepada kieraha.com, di Desa Nuku, Oba Selatan, Kamis, 2 Desember 2021.

BACA JUGA  GOW Tidore Rayakan Hari Anak Hingga Berikan Tetes Polio

Kronologis kejadian ini, tutur Sunarjo, saat itu, suami korban, Mulyanto baru pulang kerja dan tidak melihat korban di rumah. Mulyanto langsung mencari korban dan menemukan korban tergeletak di pekarangan belakang rumah dalam kondisi meninggal dunia.

“Saat itu, polisi menyarankan kepada pihak keluarga korban agar jenazah korban divisum. Namun pihak keluarga bersepakat bahwa jenazah korban harus segera dikuburkan. Pertimbangannya karena waktu visum lama dan juga keterbatasan fasilitas kesehatan di Oba,” lanjut Sunarjo.

Namun, berselang beberapa hari setelah korban dimakamkan, muncul pertimbangan lain dari warga dan keluarga besar korban, yang meminta agar penyebab kematiannya diungkap tuntas.

“Sehingga kami meminta ulang kepada Polsek Oba maupun Polres Tidore agar melakukan penyelidikan dan mengungkap penyebab kematian korban. Kami mengharapkan penyebab kematian korban ini bisa diungkap karena sudah banyak warga Trans Maidi yang resah dan takut,” katanya.

BACA JUGA  Pemkot Tidore Rakor Pencegahan Korupsi Bersama KPK

Ia menambahkan, akibat kematian ini, masyarakat Trans Maidi kini tak lagi pergi ke kebun karena takut.

“Jangankan ke lahan perkebunan di dekat rumah, ke kamar mandi saja takut. Karena itu kami meminta agar penyebab kematian korban ini bisa diungkap dengan jelas,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Tidore, Iptu Redha Astrian menjelaskan, kematian korban ini awalnya dilaporkan ke Polsek Oba. Dari Anggota Polsek yang menerima laporan itu langsung turun ke TKP dan mengamankan TKP kemudian melaksanakan penyelidikan.

“Namun, pada saat korban akan divisum oleh Anggota Polsek, pihak keluarga menolak dengan alasan korban ada riwayat sakit dan akan dimakamkan secepatnya.”

“Jadi penyelidikan anggota Polsek Oba terhambat oleh penolakan visum dari pihak keluarga. Selanjutnya berapa minggu kemudian pihak keluarga korban datang ke Polres Tidore untuk melaporkan terkait kematian korban,” tambahnya.

BACA JUGA  Pemkot Tidore Gelar FGD Tentang RPJMD 2025-2029

BACA JUGA Generasi Terakhir Perajin Bambu di Ternate

Redha menegaskan, saat ini Satuan Reskrim Polres Tidore sedang melakukan penyelidikan dengan menerima laporan dan memeriksa saksi-saksi. Selanjutnya, akan berkoordinasi dengan Polsek Oba, karena penyelidikan awal ditangani oleh Polsek setempat.

“Dalam waktu dekat kami akan lakukan gelar bersama Polsek Oba, untuk mendengar hasil penyelidikan yang telah dilakukan pada saat awal kejadian dilaporkan,” sambungnya.