Tidore  

Pembangunan Bandara Sultan Nuku di Loleo Masuk Ranperda RTRW Tidore

Avatar photo
Ali Ibrahim. (Foto untuk kieraha.com)

Wali Kota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor, di Jakarta, Rabu 1 Desember 2021. Rakor ini dalam rangka Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah atau Ranperda tentang RTRW Kota Tidore Kepulauan Tahun 2021 – 2041.

Rakor lintas sektor bersama Plt Dirjen Tata Ruang Kementerian BPN RI Abdul Kamarzuki ini juga diikuti Pemkot Singkawang, Pemkab Sukadana dan Halmahera Tengah.

BACA JUGA Perbaikan Infrastruktur dan Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Pemkot Tidore Tahun 2022

Plt Dirjen Tata Ruang dalam sambutannya menginstruksikan, kepada para kepala daerah setempat agar dapat membentuk forum penataan ruang.

BACA JUGA  Sosok Ayah Erik di Mata Warga Oba dan Pulau Tidore

“Forum penataan ruang bisa dibentuk dari Tim TKPRD yang lama, lalu ditambahkan asosiasi akademisi dan asosiasi profesi,” ucapnya.

Kamarzuki menyoroti peningkatan lahan baku sawah yang meningkat dua kali lipat pada total luas KP2B, yang akan diajukan sebagai LP2B dalam Ranperda RTRW Kota Tidore Kepulauan dari 447,91 hektare menjadi sebesar 864,94 hektare.

“Harus benar-benar diperhatikan karena untuk pembangunan di kota biasanya lebih ke jasa dan fungsi ekonomi yang dikedepankan. Namun jika dari Pemerintah Daerah dan Wali Kota nya sudah menyepakati, silahkan saja,” lanjutnya.

Ali Ibrahim dalam presentasinya menambahkan, usaha pertanian dan perkebunan ini masih merupakan mata pencaharian terbesar penduduk di Kota Tidore.

BACA JUGA  Pemkot Tidore Intens Ikut Rakor Pengendalian Inflasi 2024

“Kota Tidore Kepulauan memiliki karakteristik yang unik karena terdiri dari Kota dan Desa serta memiliki sistem transmigrasi. Sektor pertanian menjadi salah satu faktor penting bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Jadi perluasan lahan pertanian dan perkebunan yang diajukan dalam Ranperda RTRW memang dibutuhkan,” jelasnya.

Walikota dua periode itu juga menyampaikan rencana pembangunan Bandara Sultan Nuku di Loleo. Ini akan diatur pemanfaatan ruangnya pada Ranperda RTRW Kota Tidore.

“Bandar udara ini diproyeksi akan melayani penerbangan untuk Kota Sofifi, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Maluku Utara,” tambahnya. *