Tidore  

Pemkot Tidore Kewalahan Urus Sampah di Ibu Kota Sofifi

Avatar photo
Kondisi sampah di Jalan 40 Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan, Selasa 11 Oktober 2022. (Akbar Amin/kieraha.com)

Sampah kembali menumpuk di Jalan 40 Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan, Maluku Utara, pada Selasa11 Oktober 2022.

Pengamatan kieraha.com, jenis sampah yang menumpuk di kawasan pusat Kota Baru Sofifi ini didominasi sampah plastik, sisa konsumsi rumah tangga.

BACA JUGA Sampah Menumpuk hingga Cemari Lingkungan Sofifi

Keberadaan sampah tersebut dikeluhkan oleh salah seorang warga Sofifi, Nisma Albar. Menurutnya, penumpukan sampah tersebut sudah berulang kali terjadi.

Ia mengatakan, keberadaan sampah ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, karena sangat mengganggu.

“Pemerintah hanya memperhatikan tempat-tempat yang menjadi pusat perhatian masyarakat, sementara di sudut-sudut jalan tertentu tidak diperhatikan akhirnya terjadi penumpukan sampah di mana-mana pun mereka tidak tahu, terutama di Jalan 40,” ucap Nisma.

BACA JUGA  26 Tim Siap Berlaga di Indonesiana Futsal Tournament II

Ernawati M Taher, Kepala UPTD Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan, mengaku kewalahan mengurus sampah di Sofifi.

“Tenaga kerja kami hanya berjumlah 6 orang sementara kami hanya memiliki satu mobil angkutan sampah, terus jarak dari kota Sofifi ke TPA itu juga tidak dekat karena sudah masuk wilayah Jailolo Selatan, tepatnya di Desa Tabadamai,” katanya, ketika dikonfirmasi kieraha.com, di Sofifi, Selasa sore.

Karena jauh, lanjut Ernawati, membuat petugas harus bolak balik dari Sofifi ke TPA untuk mengangkut sampah.

Ia berharap, semoga ada penambahan tenaga kerja dan mobil angkutan sampah untuk memudahkan petugas dalam menanggulangi sampah di lokasi.

“Selain itu, anggaran kita juga perlu diperhatikan, karena itu yang sering menjadi salah satu kendala dalam penanganan sampah ini,” lanjutnya.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Berharap BRI Soasio Terus Tingkatkan Kerjasama

Kepala DLH Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sjarif mengatakan, terkait anggaran dan penambahan sarana prasarana sedang diusulkan untuk tahun anggaran 2023.

“Saya juga surati provinsi (Pemerinah Provinsi Maluku Utara) untuk bantuan hibah sarana prasarana tapi belum ada hasil,” tambahnya.