Tidore  

Pengelola Kedai Jojobo Tugulufa Tidore Diminta Segera Kosongkan Lapak

Jika Masih Tetap Bertahan Akan Dilakukan Upaya Paksa

Avatar photo
Yusuf Tamnge. (kieraha.com)

Polemik pengosongan Kedai Jojobo di kawasan kuliner Pantai Tugulufa hingga saat ini masih berlangsung. Oleh pihak pengelola memilih bertahan dengan kedai milik Pemkot setempat.

Kepala Satpol PP Kota Tidore Kepulauan Yusuf Tamnge menyatakan, upaya pengosongan lapak tersebut sudah dilakukan secara administrasi. Bahkan melalui pendekatan persuasif dan humanis.

“Namun dari pihak pengelola kedai tetap belum mau mengosongkan lapak tersebut,” kata Yusuf, kepada wartawan, Rabu 1 Maret 2023.

Ia mengemukakan, jika upaya penertiban melalui pola pendekatan ini masih tidak diindahkan maka akan dilakukan upaya pengosongan paksa.

“Karena selama ini Satpol PP dan Disperindagkop sudah berusaha memberikan penjelasan kepada pihak pengelola kedai. Jadi kami masih berikan waktu selama dua hari. Jika mereka tetap bersih keras dan tidak mau maka kami akan melakukan upaya paksa,” jelas Yusuf.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Pimpin Apel Gabungan Pasca Lebaran

Alasan terkait penertiban lapak yang ditempati oleh Kedai Jojobo ini, lanjut Yusuf, sangat jelas tertuang dalam perjanjian kontrak antara Disperindagkop dengan Pedagang Kuliner.

“Pada Pasal 10 dalam perjanjian itu menyebutkan bahwa sebab dan akibat berakhirnya perjanjian, salah satunya adalah selesainya jangka waktu perjanjian dan tidak terjadi perpanjangan jangka waktu perjanjian. Dan untuk waktu kontraknya itu sudah berakhir tanggal 31 Desember 2022. Dan ini tidak lagi diperpanjang oleh Disperindagkop,” ujarnya.

Yusuf mengajak kepada pegelola kedai agar berbesar hati untuk mengosongkan lapak.

“Sebab tempat itu sudah bukan lagi kewenangan Pengelola Jojobo karena tidak ada izin perpanjangan kontrak,” sambungnya.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Berharap BRI Soasio Terus Tingkatkan Kerjasama

Dukungan Pedagang Kuliner

Mustafa Adam, salah satu pengelola Kedai Sahabat di kawasan Pantai Tugulufa, menyatakan dukungannya atas sikap Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengosongkan lapak yang ditempati Kedai Jojobo.

Ia menyebutkan, akibat dari wacana permainan harga menu di momentum Sail Tidore 2022 kemarin, sebagian pedagang kuliner di kawasan pantai tersebut ikut kena imbas.

BACA JUGA Polisi Tangkap Sopir Angkot Pencuri Kotak Amal di Masjid Kota Ternate

“Kami sangat mendukung langkah Pemerintah ini. Karena dengan begitu, ini bisa menjadi contoh bagi pedagang yang lain di Tugulufa. Karena banyak masalah yang harus dibenahi oleh Pemkot khususnya Disperindagkop, untuk menata dan mengawasi aktivitas pedagang di sini,” kata Mustafa.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Pimpin Apel Gabungan Pasca Lebaran

Ia mengharapkan, Pemkot Tidore agar tegas dalam menerapkan aturan, sebab untuk pemakaian lapak di Tugulufa juga disesuaikan dengan kontrak tertulis antara Disperindagkop dengan Pedagang. *

Ikuti juga berita tv kieraha di Google News