Tidore  

Pulau Mare Bakal Jadi Percontohan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan

Avatar photo
Ilustrasi migrasi ikan lumba-lumba di Kawasan Konservasi Perairan Pulau Mare, Kota Tidore Kepulauan/dok kieraha.com

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional bersama Indonesia Climate Change Trust Fund bekerjasama dengan DKP Tidore Kepulauan, menggelar FGD Pengembangan Kawasan Laut Pesisir, di Ruang Rapat Walikota Tidore, Jumat 5 Juli 2024. FGD ini membahas tentang upaya peningkatan pengelolaan kawasan konservasi daerah di wilayah Perairan Pulau Mare.

“Melalui FGD Ocean for Indonesia Prosperity di Kota Tidore Kepulauan ini menjadi langkah awal bagi upaya pengelolaan pesisir. Kegiatan ini kami harapkan memberikan dampak yang optimal dan berkelanjutan, serta diharapkan dilakukan pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir terutama di sektor UMKM, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat (di wilayah konservasi perairan daerah),” tutur Plh Sekda Kota Tidore Kepulauan, Yakub Husain, saat membuka kegiatan FGD tersebut, Jumat pagi WIT.

Mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan, Yakub berharap, peserta Focus Group Discussion ini dapat memberikan kontribusi pemikiran yang cerdas dan cemerlang, memberikan solusi pengelolaan kawasan dan untuk pengembangan UMKM masyarakat pesisir di Pulau Mare.

“Atas nama Pemerintah Kota, kami mengapresiasi Kementerian PPN yang sudah berinisiatif melaksanakan FGD Ocean for Indonesia Prosperity di Kota Tidore Kepulauan,” lanjutnya.

Mochtar M Taher, Kepala UPTD Balai Kawasan Konservasi Perairan Daerah Provinsi Malut menambahkan, Pemerintah Provinsi Malut melalui DKP saat ini dalam pengelolaan kawasan konservasi akan menjadikan Pulau Mare, Tidore Kepulauan sebagai kawasan percontohan bagi pengelolaan kawasan konservasi perairan lainnya di wilayah Provinsi Maluku Utara, sehingga berbagai program akan diarahkan ke Kawasan Konservasi Perairan Pulau Mare.

Foto bersama usai pembukaan FGD di Ruang Rapat Walikota Tidore, Jumat 5 Juli 2024/dok humas/kieraha.com
Foto bersama usai pembukaan FGD di Ruang Rapat Walikota Tidore, Jumat 5 Juli 2024/dok humas/kieraha.com

“Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada ICCTF dan Kementerian PPN yang sudah memasukkan Pulau Mare sebagai salah satu kawasan konservasi penerima program ini. Semoga FGD ini dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Malut khususnya Kawasan Konservasi Perairan Pulau Mare,” tutupnya.

FGD ini dihadiri oleh Perwakilan Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN bersama rombongan, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unkhair Ternate, staf ahli walikota, asisten sekda dan pimpinan OPD lingkup Pemkot Tidore, serta organisasi masyarakat lokal, LSM dan pihak swasta dari bidang perikanan dan kelautan wilayah Kota Tidore Kepulauan. *