Tidore  

Wali Kota Tidore Lepas Keberangkatan 118 Jemaah Calon Haji

Avatar photo
Jamaah Calon Haji Tidore
Wali Kota Tidore Capt Ali Ibrahim berjabat dengan Jamaah Calon Haji, di Aula Kantor Wali Kota, Jumat 17 Mei 2024. (doc Humas)

Wali Kota Capt Ali Ibrahim melepas 118 Jemaah Calon Haji Kota Tidore Kepulauan tahun 2024, di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota Tidore, Jumat 17 Mei 2024.

Ali menyebutkan, haji bukan sekedar perjalanan fisik, namun juga perjalanan spiritual. Maka, momen tersebut dapat digunakan sebagai perenungan kembali kehidupan, demi meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Meskipun begitu, lanjutnya, pelaksanaan ibadah ini juga membutuhkan kesehatan fisik dan mental.

“Oleh karena itu, kami berharap kepada Bapak/Ibu Calon Haji dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin, menjaga kesehatan agar selalu dalam kondisi yang prima, sehingga bisa fokus dan khusyu dalam menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkot Tidore Gelar Salat Id di Halaman Kantor Walikota

Ali juga mengingatkan, agar kepada para jamaah selalu menjaga kekompakan ketika tiba di Tanah Suci nanti. Saling tolong menolong antara satu sama lain, serta membangun kerukunan dan keharmonisan.

“Terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak terkait, dalam penyelenggaraan haji tahun ini, teriring doa semoga penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan Ibrahim Muhammad menyebutkan, ratusan jamaah dari kota setempat ini terdiri dari 57 orang laki-laki dan 66 perempuan. Mereka tergabung dalam Kloter 11 embarkasi Makassar, bersama dengan jamaah lain dari Kabupaten Kepulauan Sula, Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Pulau Taliabu.

BACA JUGA  Stok dan Harga Bahan Pokok di Tidore Stabil Jelang Idul Adha

Ibrahim menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas besar yang menjadi tanggung jawab pemerintah, di bawah koordinator Menteri Agama.

Hal itu, sambungnya, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Aturan ini, mencantumkan bahwa Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan.

“Dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan dan hal-hal lain yang diperlukan oleh jemaah calon haji,” tambahnya.*