oleh

Mencegah Wabah Virus Corona di Malut

Meski belum ada data jumlah warga di Maluku Utara terjangkit wabah virus corona, namun Ombudsman RI memandang perlu pemerintah daerah dan otoritas terkait, menyiapkan crisis center. Hal ini, karena banyaknya mobilisasi warga negara dari China.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Malut, Sofyan Ali, memandang bahwa pusat komunikasi krisis ini perlu segera disiapkan karena penting bagi publik, untuk mendapat informasi akurat terkini dan mempersempit ruang berkembangnya informasi sesat atau hoaks.

“Informasi publik ini perlu dikelola sumber tunggal, dan (kepada) para pejabat agar menahan diri tidak menyampaikan informasi yang akuntabilitasnya belum jelas,” kata Sofyan, sesuai rilis yang ditulis, kepada kieraha.com, di Ternate, Senin 27 januari 2020.

Berdasarkan data statistik, lanjut Sofyan, jumlah tenaga kerja asal China di Provinsi Maluku Utara mencapai 2.435 jiwa pada 2019. Sebagian besar dari mereka terkosentrasi pada wilayah-wilayah perusahaan pertambangan di Pulau Halmahera dan sekitarnya.

Ombudsman RI, kata Sofyan, mengapresiasi upaya screening lebih ketat di pintu-pintu kedatangan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini. “Namun, Ombudsman RI masih memandang perlu pemerintah provinsi dan kabupaten kota, serta otoritas terkait, bersinergi untuk segera menyiapkan peralatan tambahan lainnya, seperti thermal scanner di bandara-bandara dan pelabuhan,” kata Sofyan.

Sudah menyebar di 13 negara

Menurut World Health Organization (WHO) virus Corona yang dilansir CNBC Indonesia menyebutkan, virus ini menyebar melalui batuk, bersin atau menyentuh orang yang terinfeksi.

Alat screening yang terpasang di pintu kedatangan Bandara Sultan Babullah Ternate, Senin. (Kieraha.com)

Seseorang yang terjangkit Virus dengan nama lain 2019-nCoV ini memiliki gejala serupa flu. Gejala lainnya pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam.

Bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, virus ini bisa menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius. Mulai dari pneumonia sampai bronkitis.

Virus Corona sendiri berasal dari binatang. Kebanyakan yang mereka yang awal-awal terinfeksi virus ini bekerja atau sering mengunjungi pasar grosiran makan laut Huanan di pusat kota China, yang menjual hewan hidup maupun yang baru disembelih.

Saat ini, otoritas China menghitung hingga saat ini virus corona telah menewaskan 80 orang dan menginfeksi lebih dari 2.300 orang pada Senin, 27 Januari 2020. Mayoritas kasus akibat virus ini dilaporkan berada di daratan Wuhan, China, tempat di mana virus tersebut berasal.

Selain di China, virus corona juga telah membuat resah warga dunia. Karena sudah terdeteksi di 13 negara, yakni Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand, Australia, Nepal, Vietnam, Hongkong, Macau, Malaysia, dan Kanada. *

Irawan Lila
Author
Bagikan Kabar Anda