oleh

Mengapa Elang Memilih Menyelamatkan Golkar

Parpol sebagai infrastruktur politik sekaligus pilar utama dari demokrasi hadir dalam suatu negara, hakekatnya berfungsi untuk membentuk kekuasaan eksekutif dan legislatif melalui rotasi politik dalam bentuk putaran proses pileg, pilpres, dan pilkada.

Untuk dapat melakukan fungsi membentuk kekuasaan itu, setiap parpol berikhtiar secara sungguh-sungguh melakukan penguatan kelembagaan. Ini dapat dilakukan berupa pembentukan kepengurusan, rekrutmen anggota, dan usaha pengkaderan secara terus-menerus. Tujuannya untuk menjaga dan menjamin kelangsungan eksistensi partai.

Fungsi pembentukkan itu hanya dapat dilakukan, jika partai politik dapat memenangkan setiap momentum politik, baik pileg maupun pilpres dengan hasil yang maksimal.

Tentunya hasil maksimalnya adalah, keluar sebagai pemenang pertama dan atau pada level tingkatan besar dan minimal memenuhi parliamentary threshold (ambang batas parlemen).

Oleh karena itu, untuk mencapai hasil tersebut di atas, maka menjadi niscaya sebuah partai politik selalu melakukan ikhtiar dengan kerja-kerja politik, berupa konsolidasi organisasi secara terus-menerus, melakukan revitalisasi keorganisasian dengan rekrutmen personel kepengerusan, yang salah satunya melalui musyawarah sebagai instansi pengambilan keputusan tertinggi di setiap tingkatan, baik dari pusat sampai dengan tingkat desa.

Dengan perspektif ini, DPP Golkar memandang perlunya suksesi kepemimpinan di Partai Golkar pada umumnya termasuk di Maluku Utara. Suksesi ini harus berjalan sesuai harapan dengan menelorkan nakhoda baru yang dapat membawa bahtera Partai Golkar sampai kepada pulau tujuan.

DPP Golkar tentunya serius ‘mendorong’ sosok pemimpin yang memiliki kapasitas serta kualitas dari berbagai dimensi prinsip manajemen organisatoris. Sehingga, menjelang penyelenggaraan Musda Partai Golkar Maluku Utara yang seyogyanya pada 4-5 Maret 2020, namun kemudian ditunda oleh DPP Golkar sampai pada tanggal 9-10 Maret 2020.

Pada Musda Golkar Maluku Utara ini, muncul 2 nama yang akan bertarung. Mereka adalah Aline Mus (petahana) dan Edi Langkara atau yang biasa disapa Elang Halmahera.

Dari dua nama tersebut, DPP telah melakukan kajian mendalam, tentang yang paling layak memimpin DPD Golkar Maluku Utara. Kajian ini, bagi saya Elang pilihan yang tepat.

Oleh karenanya, Elang selain kader inti Partai Golkar, juga memiliki pengalaman paripurna di internal partai ini. Bahkan pernah memimpin organisasi di luar Golkar, terutama yang saat ini sebagai Bupati Halmahera Tengah. Elang diberikan kepercayaan oleh masyarakatnya.

Disamping penilaian tersebut, DPP Golkar tentunya mengetahui benar bahwa Elang memiliki magnetut bagi masyarakat Maluku Utara, terutama para kader Golkar.

Terbukti, banyaknya kader terbaik, terdidik, dan terlatih dari Partai Golkar saat ini menyatakan akan bersatu kembali ke rumah besar mereka yaitu Partai Golkar.

Ini akan dilakukan jika Golkar Maluku Utara dipimpin oleh Elang. Hal ini seiring dengan obsesi Elang untuk memanggil dan membawa pulang para kader Golkar untuk kembali ke rumah mereka jika terpilih sebagai Ketua DPD.

Pernyataan Elang ini, tentunya berlaku bagi seluruh kader, baik yang telah keluar dari Partai Golkar atas kemauan sendiri karena merasa tidak nyaman, maupun yang dikeluarkan oleh rezim kepemimpinan sebelumnya saat memimpin Golkar.

Lantas bagaimana dengan sosok Alien Mus, bukankah ia sudah memimpin Golkar Maluku Utara? Karena sedang memimpin itu lah, maka rekornya telah terukur. Dan sampai sejauh mana keberhasilan dari bersangkutan sejak memimpin Golkar Maluku Utara hingga kini.

Elite DPP sesungguhnya telah memiliki sejumlah data dan laporan terkait bersangkutan. **

Hasyim Abdulkarim
Penulis

==========

Penulis adalah Tim Pemenang Edi Langkara sebagai Calon Ketua DPD I Golkar dan merupakan kader Golkar Maluku Utara.

Bagikan Kabar Anda