oleh

Pandemi Corona di Ternate Bikin Rugi Mama-Mama yang Bajual Popeda

Mama-mama yang buka warung makan popeda di pasar pusat kota Ternate, Maluku Utara, mulai mengeluh deng dong pe hasil penjualan yang saat ini menurun drastis dari biasanya.

Warung makan popeda yang biasanya meraup untung dan setiap hari rame dikunjungi itu so sunyi dari penikmat popeda. Padahal popeda pake kua soru di situ rasanya sadap skali.

“Sekarang so sunyi. So tara sama deng dulu waktu bolom musim corona,” kata mama Ratna, sebut saja bagitu, saat kieraha bapasiar dan makan popeda di warung mama NN tersebut, Senin.

BACA JUGA

Data Sebaran Kasus Positif Corona di 32 Kelurahan di Ternate

Mama Ratna tako kalau pake nama asli. Karena selain omset popeda yang menurun, mama Ratna juga mengeluhkan tagihan retribusi, yang kata Mama Ratna, menambah bebannya.

Ratna bilang, kalau tagihan retribusi yang dari Dinas Pasar dan Perdagangan batagih itu sebesar Rp 1.500.000 per bulan. Yang setiap bulan harus bayar ke dinas terkait tersebut.

“Kalau tara bayar dong so tara kase izin bajual di sini, itu yang bikin mama tako,” kata Ratna.

Ratna bilang, saat ini bukan hanya warung popeda punya dia yang rugi akibat corona, rata-rata pengusaha warung makan popeda lainnya juga mengalami kerugian serupa.

“Sebelum musim corona biasa 1 hari dapat Rp 3 juta. Sekarang ini untuk capai 1 hari Rp 500 ribu saja susah. Kalau deng pendapatan bagini bukan pulang modal tapi rugi,” kata Ratna.

Keluhan yang sama, juga disampaikan oleh Mama Noni, inisial VV yang tara mau sebut nama asli. Saat batapar deng kieraha, Noni bilang, keuntungan yang biasa didapat sejak buka warung makan popeda di pusat kota itu Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per hari.

“Kalau sekarang paling tinggi Rp 1 juta. Kalau deng pendapatan setiap hari (sebelumnya ditulis bulan) bagini tong mo bayar tagihan pajak bagimana. Bolom lagi tong pe kebutuhan belanja dan bayar karyawan,” katanya.

Minta Keringanan Pemerintah

Para pedagang warung makan popeda ini minta Pemerintah Kota Ternate kase keringanan buat dorang yang saat ini juga korban dari bencana wabah pandemi virus corona Covid-19.

“Jadi kalau tong mengeluh ini karena soal pajak yang tong bayar, jadi tolong bisa pahami pe torang untuk kase keringanan supaya torang bajual di sini jangan dulu bayar,” lanjut Noni.

Riko Noho

==========

Artikel ini diterbitkan dalam versi bahasa sehari-hari di Ternate atau Maluku Kie Raha (sebutan lain Maluku Utara) pada umumnya. Juga telah mengalami perubahan pada beberapa bagian yang sebelumnya salah penyebutan.

BAGIKAN