oleh

Pemandangan Sampah Menumpuk di Kota Ternate

Masalah sampah di Ternate belum juga teratasi. Kondisi ini seakan tidak ada penanganan. Sampah berserakan ditemukan bukan hanya di drainase dan kalimati pusat kota, namun menyasar hingga ke pinggir jalan utama kelurahan di luar pusat kota, di Ternate.

Pengamatan kieraha.com, sampah yang sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga ini dibiarkan tak terangkut oleh mobil sampah, hingga sebagiannya menimbulkan bau busuk, dan ada pula yang sudah dua hari belum diangkut justru menjadi makanan ternak sapi.

BACA JUGA

Sampah Menggunung hingga Terumbu Karang Rusak

Warga Keluhkan Sampah Botol Bekas Sumbat Drainase di Ternate

‘Barangka’ Masih Jadi Tempat Sampah Warga Ternate

Sampah yang ditemukan di pinggir jalan utama arus lalu lintas kendaraan ini pun dikeluhkan warga dan pengguna jalan, baik roda dua dan kendaraan roda empat yang lewat.

Salah seorang warga yang melintas di jalan utama tersebut menyatakan, tumpukan sampah itu sudah ditemukan nya sejak tiga hari lalu.

“Setiap hari lewat jalan ini dan sudah beberapa hari ini temukan banyak sampah menumpuk di bak sampah. Kondisi ini sudah dikeluhkan warga karena sampah yang ada mengganggu pemandangan (kebersihan), dan terkadang menimbulkan bau busuk,” kata Wawan, salah satu warga Ternate, ketika disambangi kieraha.com, di Jambula, Senin 16 November.

Pemandangan tumpukan sampah yang ditemukan di Jambula 16 November 2020. (Kieraha.com)

Sampah yang dimaksudkan ini berada di Kelurahan Jambula, RT 03 dan RT 09. Di lingkungan RT ini tersedia dua tempat sampah rumah tangga dari kelurahan setempat.

Hal senada dikatakan Farida, warga Jambula, Ternate Pulau, sampah menumpuk ini karena belum diangkut ke TPA Takome. Sampah ini berserakan di jalan dan sekitar bak sampah.

Kondisi sampah yang menimbulkan bau busuk ini, juga dikeluhkan warga Kelurahan Ngade dan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan. Oleh warga setempat mengaku, keberadaan sampah ini seperti menjadi pemandangan setiap hari.

“Mobil sampah bekerja setiap hari 1 kali angkut ke TPA. Itu pun hanya pagi. Kalau sampah banyak begini, mobil sampah tidak muat, sehingga besok baru diangkut lagi,” kata warga.

Pemandangan tumpukan sampah yang ditemukan di Ngade 16 November 2020. (Kieraha.com)

Fatma, warga RT 19, Kelurahan Kalumata, juga mengeluh masalah sampah di lingkungannya.

“Kalau di sini (Kalumata) kadang dua hari 1 kali baru diangkut mobil. Padahal sampah ini baru satu hari saja sudah penuh di bak sampah, kalau sampai 2 hari maka sudah semakin padat dan bau. Yang jadi masalah kita yang tinggal dekat sini jadi korban,” ucap Fatma.

Warga ini berharap adanya penanganan sampah yang baik dari Dinas Kebersihan Kota Ternate terutama dalam mengatasi masalah sampah di lingkungan mereka tersebut.

“Saya melihat kurang ada perhatian, juga soal kesadaran warga yang buang sampah kadang di luar jam kerja mobil pengangkut sampah. Sehingga menyebabkan sampah menumpuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap bagi kami yang tinggal dekat sini,” lanjutnya. (kr3)

Sudarman MN Tinamba
Author
Bagikan Kabar Anda